Jemaah Umrah Lampung Takut Tertahan di Negeri Orang, Bandara Sepi

Photopictureresizer 200228 090732836 Crop 800x445 3
Photopictureresizer 200228 090732836 Crop 800x445 3

Pengalaman Jemaah Umrah yang Dipaksa Pulang Lebih Cepat Akibat Ketegangan di Timur Tengah

Danang Purnomo (43), jemaah umrah asal Bandar Lampung, mengalami pengalaman tak terduga ketika perjalanannya ke Tanah Suci harus dipaksa pulang lebih cepat akibat ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Ia dan rombongannya sempat merasa cemas setelah mendengar kabar tentang eskalasi konflik antara Amerika dan Israel dengan Iran.

Danang menjelaskan bahwa rombongan mereka berangkat dari Lampung menuju Arab Saudi pada 22 Februari 2026. Rombongan tersebut terdiri dari sekitar 39 orang dalam satu grup travel umrah. Awalnya, rencana kepulangan mereka adalah tanggal 2 Maret, namun jadwal dipindahkan menjadi 1 Maret. “Kami baru saja sampai di Jakarta,” ujar Danang melalui sambungan telepon.

Pada awal perjalanan, segala sesuatu berjalan lancar tanpa hambatan. Mereka sempat melakukan ibadah di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan rukun umrah. Namun, situasi mulai berubah ketika kabar tentang konflik semakin menyebar. Rasa khawatir pun muncul di kalangan para jemaah.

“Sebenarnya takut juga, keluarga di Lampung sudah sibuk telepon, tapi kita bisa apa. Akhirnya saya sama istri pasrah saja, karena kita juga nggak bisa berbuat apa-apa,” kata Danang.

Situasi di Arab Saudi sendiri cukup mencekam bagi para jemaah. Danang menyebutkan bahwa beberapa maskapai besar seperti Emirates dan Qatar Airways dilaporkan menunda atau membatalkan penerbangan mereka akibat penutupan ruang udara. Bandara Jeddah sempat sepi karena banyak penerbangan yang dibatalkan. Meski begitu, Danang bersyukur rombongannya bisa melakukan penerbangan langsung meskipun harus dipulangkan lebih cepat dari jadwal semula.

Data Jemaah Umrah yang Masih Berada di Tanah Suci

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 438 jemaah umrah asal Lampung masih berada di Tanah Suci setelah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F. Citra, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan data yang masuk hingga akhir Februari 2026 dari belasan travel umrah.

Ia menegaskan bahwa kondisi ratusan jemaah dalam keadaan aman dan tetap menjalankan ibadah sebagaimana mestinya. Ansori juga membantah isu adanya jemaah yang tertahan, karena proses kepulangan sebagian jemaah masih berlangsung hingga hari ini.

Sedangkan Kepala Kemenhaj Pringsewu, Muhammad Haikal Ahra, memastikan ada sebanyak 15 jemaah umrah dan satu pembimbing asal Kabupaten Pringsewu masih berada di Tanah Suci. Mereka tergabung dalam Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Assa Tour dan dijadwalkan kembali ke Lampung pada 5 Maret 2026.

Tanggung Jawab Travel dan Komunikasi dengan Keluarga

Pimpinan Salamah Travel Sejahtera, Siti Aisyah, menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh jemaah, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi baik dan tetap menjalankan rangkaian ibadah tanpa kendala berarti.

Menurutnya, komunikasi yang intens antara pihak travel, jemaah, dan keluarga di Bandar Lampung menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan selama menjalankan ibadah. Ia pun mengimbau keluarga jemaah agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi dinamika situasi di Timur Tengah.

Dampak Konflik pada Keberangkatan Mendatang

Muhammad Miftah Falah, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Bunda Lestari Lampung, mengakui bahwa saat ini seluruh jemaah umrahnya sudah kembali ke Tanah Air. Namun, ia cemas dengan jadwal keberangkatan mendatang. Ia menyebutkan bahwa eskalasi konflik berdampak langsung pada maskapai yang transit di negara asal seperti Qatar (Doha), Etihad di Abu Dhabi, dan Emirates di Dubai.

Meski demikian, Falah menjelaskan bahwa untuk penerbangan langsung (direct flight) seperti Garuda Indonesia menuju Jeddah, hingga saat ini terpantau masih beroperasi normal. Ia juga menyoroti kerugian finansial yang membayangi PPIU dan jemaah jika konflik bermunculan.

Imbauan Kewaspadaan dari Kemenhaj

Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F. Citra, menyebutkan bahwa hingga kini belum ada surat resmi mengenai larangan keberangkatan, namun imbauan kewaspadaan terus ditekankan. Pihak Kanwil mengimbau para travel umrah mempertimbangkan opsi penjadwalan ulang (reschedule) bagi jemaah yang berencana berangkat di pertengahan hingga akhir Ramadan.

Ansori menjelaskan bahwa meski Arab Saudi bukan daerah konflik, namun eskalasi yang memanas dapat berdampak pada jalur penerbangan internasional dan memicu rasa was-was keluarga.

Keprihatinan Anggota DPRD Lampung

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa Sepulau Raya, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia meminta pemerintah, termasuk perwakilan Indonesia di luar negeri seperti konsulat jenderal, segera melakukan pendataan terhadap seluruh jemaah yang terdampak. Ia juga mendorong pemerintah untuk tidak menunggu situasi normal sepenuhnya, melainkan melakukan langkah proaktif atau jemput bola untuk mengevakuasi warga.

Andika menegaskan bahwa biro travel yang memberangkatkan jemaah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan peserta dan tetap berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.

Pos terkait