Pengalaman Jemaah Umrah Asal Lampung Saat Konflik Timur Tengah Meletus
Pada bulan Maret 2026, ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat serangan balasan Iran terhadap Amerika dan Israel memberikan dampak langsung bagi para jemaah umrah asal Indonesia. Salah satu jemaah yang mengalami perubahan rencana adalah Danang Purnomo, warga Bandar Lampung yang harus dipercepat kepulangannya dari Arab Saudi.
Danang Purnomo, yang melakukan ibadah bersama istrinya, menceritakan pengalamannya setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin (2/3/2026). Menurutnya, rombongan mereka berangkat dari Lampung ke Arab Saudi pada tanggal 22 Februari 2026. Rombongan tersebut terdiri dari sekitar 39 orang dalam satu grup travel umrah.
“Kami berangkat tanggal 22 Februari, kalau di jadwal harusnya pulang tanggal 2 berangkat dari Arab, tapi maju jadi tanggal 1 (Maret), ini baru aja sampai di Jakarta,” ujar Danang melalui sambungan telepon.
Perjalanan Ibadah yang Awalnya Lancar
Awal perjalanan ibadah umrah berjalan sesuai rencana tanpa hambatan yang berarti. Mereka sempat melaksanakan ibadah di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan rukun umrah. Namun, situasi mulai berubah ketika kabar eskalasi konflik mulai menyebar luas di antara para jemaah.
Terlebih, konflik Iran dan Amerika-Israel yang memanas membuat situasi semakin mengkhawatirkan. Ketika Iran mengumumkan bakal balas dendam setelah pemimpin tertinggi mereka gugur akibat serangan Amerika, para jemaah merasa khawatir.
Penutupan Ruang Udara dan Kekhawatiran Jemaah
Beberapa wilayah udara di Timur Tengah ditutup sementara, yang berdampak langsung pada jadwal penerbangan maskapai yang melintasi jalur konflik tersebut. Danang mengaku merasa takut dan cemas ketika mendengar kabar bahwa situasi keamanan semakin tidak menentu di sekitar wilayah mereka berada.
Rasa takut tersebut juga semakin diperparah dengan ketidakpastian informasi mengenai jadwal kepulangan mereka ke Indonesia. “Sebenarnya takut juga, keluarga di Lampung juga sudah sibuk telepon, tapi kita bisa apa, akhirnya saya sama istri pasrah saja, karena kita juga gak bisa berbuat apa-apa,” ujar Danang.
Kondisi di Arab Saudi dan Bandara Jeddah
Menurut Danang, suasana di Arab Saudi terasa cukup mencekam bagi para jemaah yang mengikuti perkembangan berita. Meski para jemaah berusaha tetap tenang, kekhawatiran tertahan di negeri orang sangat terasa.
“Takutnya sih tertahan di sana kita, apalagi kalau maskapai yang dari luar seperti Emirates dan maskapai lain yang transit, kalau yang direct (langsung) sampai tadi masih aman,” tambah Danang.
Namun, Danang menggambarkan suasana di Bandara Jeddah sempat sepi dari maskapai-maskapai besar yang membatalkan penerbangan. Maskapai seperti Emirates, Qatar Airways, dan beberapa maskapai Timur Tengah lainnya dilaporkan menunda atau membatalkan penerbangan mereka akibat penutupan ruang udara.
“Kemarin waktu mau berangkat dari Jeddah memang masih beroperasi, tapi sepi bandaranya, apalagi maskapai-maskapai yang transit,” kata dia.
Keberuntungan dan Harapan
Danang bersyukur rombongan travelnya bisa melakukan penerbangan langsung meskipun harus dipulangkan lebih cepat dari jadwal semula. “Bersyukur bisa sudah sampai Jakarta ini, alhamdulillah karena kita gak tahu kalau misalnya hari ini berangkat kan atau nanti ditunda-tunda lagi jadi lebih lama kan karena kita gak tahu perangnya tambah parah atau gimana,” pungkas Danang.
Meskipun saat ini sudah berada di Jakarta dan bersiap kembali ke Lampung, Danang masih memikirkan nasib jemaah lain yang mungkin masih tertahan di Saudi. “Di Arab ada pendamping kami yang sudah pesan tiket harusnya pulang bersama kami tapi penerbangan ditunda, kalau mau pengembalian harus nunggu 14 hari.”
“Semoga ada solusi dari pemerintah terutama untuk jemaah-jemaah kita yang masih di arab supaya mereka tenang, karena keluarga juga pasti khawatir,” pungkasnya.
Pengalaman ini menjadi cerita tak terlukan bagi Danang dan istrinya dalam ibadah umrah kali ini. Danang berharap situasi di Timur Tengah segera kondusif agar tidak ada lagi jemaah yang terhambat ibadahnya.





