Jemaah Umrah Makassar Tertahan Akibat Konflik Iran-Israel

712a4280 F057 11ee Ab61 9351636e3365.jpg
712a4280 F057 11ee Ab61 9351636e3365.jpg

Jemaah Umrah Asal Indonesia Terdampak Konflik Regional

Jemaah umrah asalah Indonesia, termapu dari Makassar, Sulawesi Selatan, mulai menghadapi tantangan akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Penutupan sejumlah jalur udara telah menyebabkan puluhan ribu jemaah tertahan di Arab Saudi. Kepulangan mereka ke Tanah Air kini harus ditunda sementara waktu.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa hingga saat ini lebih dari 58 ribu jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi. “58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” ujarnya dalam pernyataannya.

Penundaan kepulangan terjadi karena beberapa penerbangan dibatalkan akibat penutupan ruang udara di beberapa negara transit. Sampai dengan Minggu (1/3/2026), belum ada jemaah yang berhasil dipulangkan. “Informasi terakhir karena memang ada beberapa penundaan penerbangan, jamaah kita masih berada di Tanah Suci,” katanya.

Upaya Pemerintah dalam Memulangkan Jamaah

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan sejumlah skema pemulangan jemaah dengan tetap mengutamakan keselamatan. Kementerian akan berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Umrah (PPU) serta otoritas penerbangan untuk menentukan langkah terbaik. “Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit,” jelas Ichsan.

Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan, hingga koordinasi akomodasi jika masa tunggu berlangsung lama. Untuk memastikan kondisi jemaah, Kementerian membentuk tiga tim pemantau di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji Bandara Jeddah. “Kita sudah melakukan pendataan dan memastikan jamaah mendapatkan akomodasi yang layak. Tim kita membersamai jamaah di sana,” ujarnya.

Eskalasi Konflik di Kawasan Timur Tengah

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kematian Khamenei dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026) dan diikuti pengumuman masa berkabung nasional selama 40 hari. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran dan memperparah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Jemaah Makassar Masih Berangkat

Di tengah situasi tersebut, Ketua DPD AMPHURI Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua (Sulampua), Azhar Gazali, memastikan belum ada pembatalan keberangkatan jemaah umrah asal Sulawesi Selatan, termasuk dari Makassar. “Sejauh ini belum ada gangguan untuk keberangkatan dari Makassar. Masih on schedule. Belum ada pembatalan dari jemaah Sulsel,” kata Azhar, Minggu (1/3/2026).

Ia mengakui sejumlah penerbangan dari Jakarta terdampak penyesuaian rute maskapai. Namun kondisi itu belum memengaruhi jemaah yang berangkat dari Sulsel. Program umrah akhir Ramadan bahkan sudah mulai berjalan sejak 2 Maret dan seterusnya. “Ada jemaah yang sudah diberangkatkan. Ada juga yang saat ini berada di Tanah Suci dan menunggu jadwal kepulangan,” ujarnya.

Azhar menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Pihaknya terus memantau perkembangan dan siap mengikuti setiap kebijakan resmi dari otoritas Arab Saudi, maskapai, maupun pemerintah Indonesia. Ia juga mengimbau calon jemaah asal Makassar dan daerah lain di Sulsel tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. “Selama masih terbuka dan tidak ada larangan resmi, insyaAllah perjalanan tetap berjalan normal,” tutupnya.


Pos terkait