Jembatan Bubak Mojokerto Kembali Beroperasi, Perekonomian Pulih

Aa1wishe
Aa1wishe



Surabaya — Jembatan Bubak, yang berada di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, kini kembali berfungsi setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir pada Maret 2024 lalu. Jembatan ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Kamis (19/2/2026) malam. Peresmian jembatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat sekitar, karena membuka kembali akses transportasi dan mempercepat kegiatan ekonomi antarwilayah.

Gubernur menjelaskan bahwa jembatan rangka baja standar tersebut memiliki panjang bentang 60 meter dan lebar jalan 7 meter. Nilai pembangunan mencapai sekitar Rp13 miliar. Keberadaan jembatan ini menjadi harapan baru bagi warga, terutama dalam memperlancar mobilitas, distribusi barang, serta aktivitas sosial dan keagamaan.

“Momentum peresmian terasa istimewa karena bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Semoga hadirnya Jembatan Bubak menjadi simbol penguatan silaturahmi, memperlancar akses masyarakat untuk beribadah, bekerja, berdagang, beraktivitas, sekaligus menjadi berkah bagi seluruh warga Gondang dan Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini dimulai dari aspirasi masyarakat kepada Bupati Mojokerto, Gus Barra, setelah jembatan terputus akibat banjir. Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Khofifah langsung menginstruksikan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pengecekan lapangan dan percepatan pembangunan.

“Alhamdulillah seminggu kemarin Jembatan Bubak selesai pengerjaan 100 persen,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun konektivitas, harapan, dan masa depan. Hadirnya jembatan Bubak memberi harapan baru tidak hanya bagi dua desa, tetapi juga harapan baru yang menyangkut budaya, pendidikan, sosial, ekonomi, mobilitas barang dan jasa.

“Ketika ada harapan baru, hidup baru, sumber ekonomi baru maka semua bahagia,” ungkapnya.

Pembangunan Jembatan Bubak dinilai tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan perputaran ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Proyek jembatan yang dilakukan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur dan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dirancang dengan desain yang tidak hanya kokoh dan fungsional, tetapi juga indah dan fotogenik.

“Kita melihat bersama Jembatan Bubak menjadi ikon dan magnet baru wilayah Gondang. Bahkan saya mendapatkan laporan bahwa kawasan ini telah berkembang menjadi pusat kegiatan baru masyarakat, termasuk tumbuhnya pelaku UMKM di sekitarnya,” tuturnya.

Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat bersama-sama. Jangan sampai keindahan, kebersihan, dan estetika jembatan dirusak aksi vandalisme, premanisme maupun tindakan yang tidak bertanggung jawab. Sebab, pemeliharaan pembangunan bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif.

“Tolong dijaga pemanfaatan jembatan Bubak karena milik bersama, lalu dijaga kebersihan sampahnya termasuk sampai proses pemagaran kanan kiri berlangsung aman dan nyaman sehingga jembatan bisa dinikmati oleh masyarakat Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan atas nama kabupaten Mojokerto mengucapkan terima kasih atas perhatian sehingga jembatan Bubak yang dinantikan masyarakat Desa Gondang dan Kebontunggul bisa diresmikan.

“Tahun 2024 bencana banjir membuat jembatan terputus sehingga warga pesimis. Namun, akhirnya jembatan Bubak dibangun dan selesai. Tentu hal ini tidak hanya menjadi penghubung tetapi menjadi ikon baru bagi UMKM di Kecamatan Gondang,” jelasnya.

Pos terkait