Pembangunan Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang Dalam Proses Pengajuan ke Pemerintah Pusat
Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir mengajukan rencana pembangunan jembatan yang akan dibangun dengan konstruksi beton bertulang di Kecamatan Kandis. Langkah ini dilakukan untuk mengganti jembatan lama yang sudah dua kali ambruk, sehingga mencegah terulangnya insiden serupa.
Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang menjadi akses penting bagi masyarakat sekitar. Namun, struktur jembatan yang lama dinilai tidak cukup kuat menahan tekanan dari tumpukan rerumputan dan sedimen yang terakumulasi di bawahnya. Hal ini menyebabkan jembatan mengalami kerusakan berulang, bahkan setelah dibangun kembali sebagai jembatan darurat.
Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menjelaskan bahwa jembatan tersebut telah mengalami dua kali kejadian ambruk. Insiden pertama terjadi pada 22 Januari 2026, kemudian jembatan darurat yang dibangun kembali harus ditutup setelah kembali ambruk pada 15 Februari 2026. Menurut Panca, penyebab utama adalah tekanan dari sedimen tumbuhan yang menumpuk di bawah jembatan.
- “Kemarin jembatan itu dibangun (setelah insiden pertama) untuk darurat agar aktivitas masyarakat tidak terhambat. Tapi ternyata ambruk lagi karena tekanan sedimen tumbuhan,” ujar Panca kepada wartawan di Indralaya, Minggu (1/2/2026).
Selain di Ogan Ilir, masalah serupa juga ditemukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Banyak kecamatan di OKI menghadapi tantangan yang sama, yaitu tumpukan sedimen di sungai yang memengaruhi stabilitas jembatan. Oleh karena itu, pihak BPJN Daerah Sumatera Selatan telah turun ke lapangan dan berjanji akan melakukan tender proyek jembatan setelah Lebaran Idul Fitri mendatang.
Pemkab Ogan Ilir berharap agar jembatan yang akan dibangun menggunakan konstruksi beton. Menurut Panca, jembatan beton lebih kuat dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Ia berharap rencana ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
“Kalau harapan kami sesuai yang kami ajukan, jembatan beton. Semoga saja ditindaklanjuti karena itu (jembatan) poros antarkabupaten,” kata Panca.
Diketahui, jembatan yang ambruk merupakan akses vital menuju sejumlah kantor pemerintahan, termasuk kantor Pemkab OKI. Arus sungai di bawah jembatan sangat deras, sehingga memperbesar risiko kerusakan jika tidak dibangun dengan konstruksi yang lebih kokoh.
- “Jembatan merupakan akses vital, namun arus sungai di bawahnya deras. Harapannya jangan jembatan besi lagi,” tambah Panca.





