Kehilangan Besar bagi Bangsa Indonesia
Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Salah satu tokoh penting dalam sejarah militer dan pemerintahan nasional, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, dikabarkan telah berpulang. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.
Try Sutrisno adalah sosok yang pernah berada di barisan terdepan pertahanan negara hingga menduduki kursi Wakil Presiden Republik Indonesia. Kepergian beliau tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa yang pernah merasakan dedikasi panjangnya dalam menjaga stabilitas dan persatuan Indonesia.
Kabar wafatnya Tokoh Nasional tersebut disampaikan langsung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui pernyataan resminya di Instagram @bpipri. Keluarga Besar BPIP menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Jenderal (Purn) Try Sutrisno.
Beliau bukan hanya seorang negarawan dan purnawirawan TNI, tetapi juga sosok yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk bangsa dan negara. Dari pengabdian sebagai Panglima ABRI hingga Wakil Presiden Republik Indonesia, beliau dikenal sebagai pribadi yang tegas, sederhana, dan berkomitmen menjaga persatuan Indonesia.
Tidak sampai disitu, beliau juga mengabdikan dirinya sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, beliau terus memberikan teladan tentang arti kesetiaan terhadap ideologi Pancasila dan pentingnya menjaga keutuhan NKRI dengan kebijaksanaan dan keteguhan hati.
Semoga almarhum husnul khotimah, seluruh amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Terima kasih atas pengabdian dan jejak perjuangan yang telah engkau wariskan untuk Indonesia. Namamu akan selalu hidup dalam semangat Pancasila.
Rekam Jejak Pengabdian
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno lahir pada 19 November 1935 dan wafat pada 2 Maret 2026. Ia dikenal luas sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP.
Karier militernya mencatat sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Panglima KODAM IV/Sriwijaya pada 1979. Kemudian dipercaya sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) pada 1986–1988, sebelum akhirnya menjabat Panglima ABRI pada periode 1988–1993 dengan tanggung jawab menjaga keamanan nasional.
Puncak pengabdian politiknya adalah saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto dalam mengawal pembangunan nasional.
Penjaga Ideologi Pancasila
Pengabdian Try Sutrisno tidak berhenti setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai Wakil Presiden. Ia tetap aktif dalam kehidupan berbangsa sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP.
Dalam perannya tersebut, ia dikenal sebagai figur yang konsisten menjaga kemurnian ideologi Pancasila serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hingga akhir hayatnya, sosok Try Sutrisno dikenang sebagai simbol loyalitas, integritas, dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Warisan perjuangannya akan terus hidup dalam semangat Pancasila dan sejarah Indonesia.





