JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sedang mempersiapkan diri untuk meningkatkan penjualan kendaraan niaga pada tahun ini, melalui ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty menyampaikan bahwa GIICOMVEC hadir sebagai solusi bagi pelaku bisnis dalam menemukan armada yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
Penyelenggaraan GIICOMVEC keempat pada tahun ini ditargetkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat ekosistem kendaraan komersial nasional. Pameran tersebut diproyeksikan akan menarik lebih dari 11.000 pengunjung profesional dan mempertemukan mereka dengan berbagai merek di segmen kendaraan niaga.
Pengunjung yang diharapkan berasal dari berbagai sektor, seperti transportasi dan logistik, layanan bus dan angkutan penumpang, manufaktur, jasa keuangan, ritel, energi, pertambangan, konstruksi hingga instansi pemerintah.
“Kami ingin GIICOMVEC menjadi solusi yang tepat di mana para trade visitor bisa mendapatkan segala kebutuhan bisnisnya dalam satu waktu,” ujar Anton.
Pameran GIICOMVEC 2026 akan digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, pada 8–11 April 2026. Seluruh rangkaian pameran ini akan menempati area Hall B dan Hall C JIExpo dengan total luasan mencapai lebih dari 16.000 meter persegi.
Konsep pameran ini adalah business-to-business khusus kendaraan komersial, namun dibuka untuk publik pada 11 April 2026 atau hari terakhir penyelenggaraan. Sejumlah agen pemegang merek (APM) yang berpartisipasi antara lain Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, dan Wuling.
“Pengunjung dapat melihat teknologi sasis terbaru, menyesuaikan desain karoseri, hingga mengeksplorasi beragam inovasi dari industri pendukung otomotif, semuanya tersedia lengkap sepanjang pameran,” jelas Anton.
Selain itu, pameran GIICOMVEC 2026 juga sejalan dengan target Gaikindo yang memproyeksikan pasar otomotif secara keseluruhan dapat menyentuh angka 850.000 unit pada tahun ini.
Namun, pasar kendaraan niaga menghadapi beberapa tantangan pada tahun ini. Tren penurunan tercatat pada tahun lalu, dengan data Gaikindo mencatat volume distribusi wholesales truk sepanjang 2025 sebesar 56.754 unit, atau turun 15% secara tahunan. Penjualan truk nasional secara ritel, yaitu dari dealer ke konsumen, juga turun 11% menjadi 59.303 unit.
Beberapa faktor yang memengaruhi pasar kendaraan niaga antara lain kondisi ekonomi yang tidak stabil, pelemahan daya beli masyarakat, serta impor 105.000 unit kendaraan niaga asal India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Dengan adanya GIICOMVEC 2026, diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk membangkitkan minat pasar dan memberikan wadah yang efektif bagi pelaku bisnis dalam memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.





