Kabar Amsakar Achmad Mundur dari NasDem, Pakar Politik: Isu Ini Sudah Lama

Aa1wuomc
Aa1wuomc

Isu Mundurnya Wali Kota Batam dari Partai NasDem Kepri

Kabar terbaru mengenai Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang diisukan mundur dari Partai NasDem Kepulauan Riau (Kepri) menjadi topik hangat yang menarik perhatian publik. Sejumlah pengamat dan akademisi memberikan pandangan mereka terkait isu ini, termasuk Robby Patria.

Robby Patria menyatakan bahwa isu tersebut sudah beredar sejak lama, namun baru saja dibuka secara internal oleh Partai NasDem. Menurutnya, posisi sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem tidak mudah. Seseorang harus mampu memimpin kader dan membangun partai. Namun, Amsakar Achmad selama ini dinilai kurang akrab dengan kader NasDem Kepri lainnya.

“Kita tahu saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batam, Amsakar Achmad justru didukung Partai Gerindra dan Golkar. NasDem tidak terlalu mencolok,” ujar Robby. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Amsakar, karena di satu sisi ia ingin membesarkan NasDem, namun di sisi lain ia memiliki utang budi dengan Gerindra.

Menurut informasi yang diperoleh Robby, Pietra Machreza Paloh kemungkinan besar akan menjadi Ketua DPW NasDem Kepri. Ini menunjukkan adanya perubahan dalam struktur kepemimpinan partai. Terdapat indikasi gejolak dan tarik-menarik jabatan sebelumnya.

Robby belum dapat memastikan ke mana Amsakar akan bergabung jika benar-benar mundur dari NasDem. Ia juga menilai bahwa Amsakar tidak mungkin menjabat sebagai Ketua DPD NasDem Kota Batam. Hal ini karena dinilai tidak mampu mengendalikan partai setelah Muhammad Rudy.

Jika Amsakar benar-benar mundur dari NasDem, hal ini bisa merugikan dirinya sendiri. Karena pada tahun 2029, ketika dia maju sebagai Walikota Batam, dua partai pengusung seperti Gerindra atau Golkar kemungkinan besar akan berpikir ulang untuk mendukungnya.

“Apakah partai pengusung seperti Gerindra atau Golkar ini masih abu-abu?” tanya Robby. Jika Amsakar masuk ke Partai Gerindra, kemungkinan besar sulit untuk maju sebagai calon Walikota Batam tahun 2029. Sebab, Li Claudia Candra, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota, akan bersaing dengan partai yang sama.

“Saat ini posisi Li Claudia Candra tergolong aman. Dia masih di atas angin karena saat ini menjadi wakil Walikota yang power full,” kata Robby. Ini menunjukkan bahwa situasi politik di Batam sangat dinamis dan penuh persaingan.

Tantangan Politik di Batam

Isu mundurnya Amsakar Achmad dari Partai NasDem Kepri menjadi pertanda perubahan besar dalam dinamika politik daerah. Selain itu, hal ini juga memicu spekulasi tentang siapa yang akan menjadi pemimpin baru di partai tersebut. Pietra Machreza Paloh menjadi salah satu nama yang sering disebut, meski belum ada konfirmasi resmi.

Selain itu, pergeseran arah politik Amsakar juga berdampak pada rencana masa depannya. Jika ia memilih untuk bergabung dengan partai lain, maka hubungan dengan partai pendukung sebelumnya akan terganggu. Hal ini bisa mengurangi peluangnya untuk kembali maju sebagai Walikota Batam.

Dalam konteks yang lebih luas, isu ini juga menjadi cerminan dari dinamika partai-partai politik di Indonesia. Setiap perubahan dalam struktur kepemimpinan dapat memengaruhi strategi dan kebijakan partai di tingkat daerah maupun nasional.


Pos terkait