Berita Duka: Korban Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran
Kabar duka kembali mengguncang Iran setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk mantan presiden negara tersebut. Kejadian ini memicu rasa duka nasional yang disertai dengan kemarahan publik terhadap tindakan yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan Iran.
Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berlangsung pada Minggu (1/3/2026) di tengah suasana yang penuh kesedihan. Ribuan warga berkumpul di jalan-jalan utama Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang menjadi pusat kekuasaan politik dan spiritual Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade. Peristiwa ini tidak hanya menjadi momen duka, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap ancaman luar negeri.
Salah satu korban terduga dalam serangan ini adalah Mahmoud Ahmadinejad, mantan presiden Iran yang menjabat dari tahun 2005 hingga 2013. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling vokal dalam menentang Israel. Selama masa jabatannya, Ahmadinejad sering menyatakan penyangkalan terhadap Holocaust dan menyatakan bahwa Israel akan segera lenyap. Menurut laporan media pemerintah Iran, ia tewas bersama para pengawalnya dalam serangan rudal oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat. Rumahnya menjadi sasaran dalam serangan tersebut.
Ahmadinejad memiliki peran penting dalam mendukung program nuklir Iran dan menjalani sikap konfrontatif terhadap Barat. Pemilihan ulangnya yang kontroversial pada tahun 2009 memicu protes massal, dengan lawan-lawannya menuduhnya melakukan kecurangan pemilu. Ia kemudian menghadapi persaingan kekuasaan yang semakin meningkat dengan faksi-faksi konservatif dalam pemerintahan Iran sebelum meninggalkan jabatannya pada tahun 2013.
Selain Ahmadinejad, empat komandan senior Iran juga dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel terhadap Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Mereka adalah:

-
Jenderal Abdolrahim Mousavi
Sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mousavi kerap melontarkan pernyataan pedas terhadap Amerika Serikat. Ia menjabat sejak 13 Juni 2025, setelah ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. -
Mayor Jenderal Mohammad Pakpour
Sebagai Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Pakpour pernah bertugas meredam pemberontakan Kurdi dan Perang Iran-Irak. Ia gugur dalam serangan Israel terhadap Iran. -
Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh
Menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran, Nasirzadeh dikenal sebagai veteran Perang Iran-Irak. Ia dikonfirmasi gugur dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026. -
Ali Shamkhani
Sebagai Perwakilan Pemimpin di Dewan Pertahanan Tertinggi Iran, Shamkhani kerap menjadi sasaran serangan Israel-AS. Ia terluka parah dalam serangan udara Israel pada Juni 2025.
Pengangkatan Komandan Baru IRGC
Setelah kehilangan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi diangkat sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia pernah menjadi pasukan khusus luar wilayah, Pasukan Quds, dan menjabat sebagai menteri pertahanan di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad pada 2009–2013.





