Penegakan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kupang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang telah memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menerima laporan tentang dugaan temuan daging berulat dalam paket makanan yang diberikan kepada siswa SD Negeri Nekon, Kecamatan Fatuleu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diterima oleh para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan tersebut setelah mendapatkan informasi dari guru di sekolah. Ia menyatakan bahwa tindakan cepat dilakukan bersama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan SPPG.
“Terkait dengan permasalahan yang timbul kemarin di SD Negeri Nekon, setelah kejadian itu kami langsung diinformasikan oleh guru di sekolah. Kemudian langsung direspons oleh Pak Bupati dan Sekda yang memerintahkan Dinas Kesehatan, kami dari Dinas Pendidikan, serta pihak SPPG untuk turun melakukan tindak lanjut sesuai protap yang sudah dibangun oleh Dinkes maupun SPPG,” ujar Marthen kepada POS-KUPANG.
Tim dari Dinas Kesehatan, khususnya pihak Puskesmas, telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel dan melakukan pendataan terkait dugaan daging berulat tersebut. Proses ini dilakukan untuk mengetahui penyebab dan sumber masalah, serta memastikan tidak ada risiko kesehatan yang lebih besar terhadap siswa.
Marthen juga menegaskan bahwa pihaknya telah menghimbau seluruh guru agar menjalankan prosedur tetap (protap) secara ketat sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Ia menekankan pentingnya pengecekan makanan oleh guru sebelum diberikan kepada anak-anak.
“Intinya dari kami sudah turun ke lapangan dan menghimbau kepada guru-guru untuk sesuai dengan protapnya. Makanan itu sebelum diberikan kepada anak-anak, guru wajib mengecek terlebih dahulu. Di setiap sekolah sudah ada tim yang dibentuk untuk melakukan pengecekan,” tegasnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran dari guru serta staf sekolah, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan aman dan bermanfaat bagi para siswa.
Tindakan Lanjutan dan Upaya Pencegahan
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang antara lain:
- Pemantauan langsung oleh tim dari Dinas Kesehatan dan SPPG
- Pengambilan sampel makanan untuk analisis lebih lanjut
- Pelatihan dan sosialisasi kepada guru dan staf sekolah mengenai protap pengecekan makanan
- Pembentukan tim pengecekan di setiap sekolah untuk memastikan kualitas makanan
Selain itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga akan melibatkan orang tua siswa dalam proses pengawasan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari guru serta masyarakat, diharapkan program MBG dapat memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan perkembangan siswa di Kabupaten Kupang.





