Madura United Kembali Kalah, Tren Negatif Berlanjut
Pada laga pekan ke-24 Super League 2025/2026, Madura United kalah 1-2 dari Malut United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Selasa (3/3/2026) malam. Gol yang dicetak oleh Lulinha pada menit ke-78 tidak cukup untuk mengubah hasil akhir pertandingan.
Pelatih Akui Tim Kurang Efektif
Pelatih Madura United, Carlos Parreira, mengakui bahwa timnya kurang efektif meskipun unggul dalam penguasaan bola. Dalam pertandingan ini, Madura United mencatatkan 57 persen penguasaan bola, tetapi hanya mampu melepaskan 16 tendangan dengan 3 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Malut United lebih tajam dengan 13 tendangan, 8 di antaranya mengarah ke gawang Madura United.
Gol yang dicetak oleh David da Silva pada menit ke-31 dan 58 menjadi penentu kemenangan Malut United. Meski Madura United berhasil mencetak satu gol melalui Lulinha di menit ke-78, mereka gagal menyamakan skor.
“Kami datang ke pertandingan dengan rencana yang berbeda malam ini. Kami membuat peluang di babak pertama,” ujar Carlos Parreira setelah pertandingan. “Sayangnya, mereka mencetak gol dan sedikit membuat kacau rencana kami.”
Perubahan Strategi di Babak Kedua
Untuk memperbaiki situasi, Carlos Parreira melakukan beberapa pergantian pemain di awal babak kedua. Tujuannya adalah agar tim bisa lebih agresif dalam menekan lawan. “Babak kedua kami membuat beberapa pergantian dan tim meningkat. Kami mendapatkan beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan,” jelasnya.
Meski demikian, Madura United masih kesulitan dalam mengubah peluang menjadi gol. Bahkan, setelah mencetak satu gol, mereka kembali kebobolan karena kehilangan konsentrasi.
Statistik yang Menunjukkan Ketidakseimbangan
Dalam hal kreasi peluang, Malut United jauh lebih unggul dengan 10 kesempatan dibandingkan 4 kesempatan yang diperoleh Madura United. Selain itu, dalam hal akurasi tendangan, Madura United hanya mampu menghasilkan 3 tembakan tepat sasaran dari 16 tendangan yang dilepaskan, sementara Malut United mencatatkan 8 tembakan tepat sasaran dari 13 tendangan.
“Ketika kami memaksa tim menyerang untuk menyamakan kedudukan, kami justru kebobolan lagi karena hilangnya konsentrasi,” tambah Carlos Parreira. “Setelah itu kami mencetak satu gol dan mencoba lagi, namun tim Malut bertahan dengan baik,” pungkasnya.
Kekalahan Menghancurkan Semangat Pemain
Pemain Madura United, Riski Afrisal, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan ini. Ini menjadi bagian dari catatan sembilan laga terakhir tanpa kemenangan. Dari sembilan laga tersebut, Madura United hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan sisanya kalah.
“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Tapi kami tidak bisa berlama-lama dalam situasi seperti ini,” kata Riski Afrisal. “Kami harus fokus untuk pertandingan selanjutnya dan kami punya recovery sangat singkat. Semoga kami bisa bangkit dalam situasi seperti ini,” pungkasnya.
Semakin Dekat dengan Zona Degradasi
Kekalahan dari Malut United membuat Madura United semakin dekat dengan zona degradasi. Saat ini, Madura United berada di peringkat 14 dengan 20 poin. Mereka hanya memiliki selisih satu poin dari Persijap yang ada di bawahnya dan dua poin dari PSBS Biak yang berada di zona degradasi.
Jika dua tim tersebut meraih kemenangan dalam pertandingan berikutnya, maka otomatis Madura United akan terlempar ke zona degradasi.





