Kamtibmas Butuh Komitmen Bersama, Bukan Hanya Tugas Polisi



JAKARTA – Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pihak keamanan, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh komponen bangsa. Hal ini disampaikan dalam Forum Kebangsaan Sinergi Masyarakat Bersama Polri yang diadakan oleh LSM PENJARA 1 di Gedung Joang ’45, Jakarta.

“Stabilitas sosial harus dirawat melalui komunikasi publik yang sehat dan kedewasaan berdemokrasi,” ujar Ketua Umum LSM PENJARA 1, Teuku Z. Arifin, dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ketertiban publik yang kuat tidak hanya bergantung pada pendekatan teknis keamanan, tetapi juga lahir dari disiplin sosial dan etika di ruang publik.

“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparatur keamanan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Melalui forum ini, kita ingin membangun jembatan komunikasi yang kuat,” ujarnya.

Forum ini menjadi ruang partisipasi publik untuk mempererat kolaborasi antara warga dan institusi POLRI. Sekitar 400 peserta hadir, termasuk tokoh masyarakat, pemuka agama lintas iman, mahasiswa, hingga komunitas pengemudi ojek online dan pelaku UMKM.

Selain penguatan narasi kebangsaan, forum ini juga menyoroti pentingnya literasi masyarakat dalam menghadapi provokasi serta penyebaran hoaks yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.

Forum ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan berbagai usulan konkret untuk memperkuat keamanan di level lokal. Beberapa gagasan yang muncul dari para peserta meliputi:

  • Pembentukan posko sinergi Kamtibmas di tingkat lokal untuk koordinasi yang lebih cepat.
  • Pelaksanaan pelatihan keamanan masyarakat secara berkala bagi warga.
  • Penyelenggaraan forum komunikasi rutin antara elemen masyarakat dan aparat keamanan.

Pesan toleransi dan persaudaraan juga disampaikan oleh sejumlah tokoh agama lintas iman yang hadir. Mereka menekankan bahwa nilai moral dan kesediaan menjaga ruang bersama merupakan fondasi utama dari ketenteraman sosial.

LSM PENJARA 1 juga menegaskan dukungannya terhadap POLRI agar terus bekerja secara profesional, humanis, dan presisi. Arifin berharap rangkaian forum ini menjadi pemantik gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial satu kali saja.

“Sinergi antara ketaatan masyarakat dan pelayanan Polri yang presisi diharapkan mampu menjadikan Kamtibmas sebagai warisan keadilan dan persaudaraan bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait