
Pada hari Minggu (1/3), sebuah kapal tanker minyak mengalami serangan di Selat Hormuz. Insiden ini menyebabkan empat anggota kru mengalami luka-luka dan seluruh kru dievakuasi.
Menurut pernyataan Pusat Keamanan Maritim, kapal tanker bernama SKYLIGHT yang mengibarkan bendera Republik Palau menjadi sasaran serangan sekitar lima mil laut di utara Pelabuhan Khasab, Provinsi Musandam. Kapal tersebut diketahui berada di bawah sanksi AS. Data LSEG mencatat bahwa pemilik terdaftar kapal tersebut adalah Sea Force Inc dan dikelola oleh Red Sea Ship Management LLC.
Pemerintah AS pada Desember 2025 menjatuhkan sanksi terhadap Red Sea Ship Management dan kapal Skylight. AS menuduh perusahaan tersebut mengoperasikan “armada bayangan” untuk mengangkut produk minyak bumi Iran di kawasan Teluk.
Seluruh awak kapal tanker yang berjumlah 20 orang terdiri dari 15 warga negara India dan lima warga negara Iran. Informasi awal menunjukkan empat awak kapal mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Sementara itu, otoritas setempat belum merinci jenis senjata atau objek yang menghantam kapal. Dalam beberapa hari sebelumnya, terjadi serangan drone di lokasi lain di Oman, termasuk di pelabuhan komersial Duqm yang terletak di pesisir Laut Arab.
Rangkaian insiden tersebut menandai pertama kalinya target di dalam atau dekat wilayah Oman diserang, menyusul gelombang serangan balasan Iran usai serangan Amerika Serikat dan Israel.

Semenanjung Musandam memiliki peran strategis karena Oman berbagi kendali Selat Hormuz dengan Iran. Jalur laut ini menjadi salah satu titik terpenting dunia, dengan sekitar seperlima konsumsi minyak global melintasinya setiap hari.
Sebelumnya pada hari yang sama, kantor berita pemerintah Oman melaporkan bahwa pelabuhan komersial Duqm diserang dua drone, menyebabkan satu pekerja asing terluka. Sementara itu, puing dari drone lain jatuh di area dekat tangki bahan bakar, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.
Fakta Penting Terkait Serangan
- Kondisi Kapal Tanker
- Nama: SKYLIGHT
- Bendera: Republik Palau
- Jumlah Awak: 20 orang (15 warga negara India dan 5 warga negara Iran)
-
Lokasi Serangan: Sekitar lima mil laut di utara Pelabuhan Khasab, Provinsi Musandam
-
Sanksi AS terhadap Perusahaan Pengelola
- Perusahaan: Red Sea Ship Management LLC
- Tahun Sanksi: Desember 2025
-
Alasan: Dianggap mengoperasikan “armada bayangan” untuk mengangkut produk minyak bumi Iran di kawasan Teluk
-
Lokasi Strategis
- Semenanjung Musandam menjadi titik penting karena Oman berbagi kendali Selat Hormuz dengan Iran
-
Jalur laut ini menjadi jalur pengangkutan minyak global yang sangat vital
-
Serangan Drone Sebelumnya
- Pelabuhan Duqm diserang dua drone
- Satu pekerja asing terluka
- Puing drone lain jatuh di area dekat tangki bahan bakar tanpa korban jiwa atau kerusakan material
Perkembangan Terkini
Insiden serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan. Otoritas Oman masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan jenis senjata atau objek yang digunakan dalam serangan tersebut.
Selain itu, serangan-serangan terhadap infrastruktur maritim di Oman menunjukkan adanya ancaman yang semakin kompleks. Hal ini juga menjadi perhatian bagi negara-negara lain yang mengandalkan jalur laut ini sebagai jalur pengangkutan minyak utama.
Dengan situasi yang semakin memburuk, diperlukan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat untuk melindungi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.





