Kapan Botol Minum Harus Diganti? Ini Penjelasan Ahli Keamanan Pangan

3f2898d7 385b 4973 8c3c E66dea49 20221228105119
3f2898d7 385b 4973 8c3c E66dea49 20221228105119

Keamanan Kemasan Air Minum Isi Ulang

Migrasi Bisphenol A (BPA) dari wadah ke dalam air tidak terjadi secara spontan, melainkan dipicu oleh kondisi tertentu. Hal ini menjadi perhatian utama dalam penggunaan kemasan air minum isi ulang. Menurut Prof. Ahmad Sulaeman, Guru Besar bidang Keamanan Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), keamanan kemasan air minum isi ulang bergantung pada cara penyimpanan dan perawatan yang dilakukan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keamanan Wadah

Bukan masalah usia wadah, apakah lama atau baru, tetapi seberapa terpapar wadah tersebut dengan faktor-faktor lingkungan. Misalnya, suhu tinggi hingga mencapai $70^\circ\text{C}$ atau pH yang ekstrem dapat memicu migrasi BPA. Prof. Ahmad menjelaskan bahwa potensi migrasi zat kimia bisa terjadi pada wadah baru maupun lama jika terpapar kondisi lingkungan yang ekstrem.

“Jadi intinya itu bagaimana publik merawat wadah tersebut, bukan dari berapa kali diisi dan berapa lama masa pakainya,” tegasnya.

Kapan Kemasan Harus Diganti?

Hingga saat ini, tidak ada aturan baku yang membatasi jumlah pengisian ulang atau masa pakai kemasan air minum secara spesifik. Namun, Prof. Ahmad memberikan panduan praktis bagi masyarakat untuk mengenali kelayakan wadah air di rumah. Selama kemasan tersebut memenuhi syarat berikut, maka air di dalamnya masih aman untuk dikonsumsi:

  • Tidak menunjukkan kerusakan fisik (retak atau pecah)
  • Tidak mengeluarkan aroma atau bau tertentu
  • Tidak tercemar oleh kotoran atau zat asing

Standar Ketat dari Pihak Industri

Prof. Ahmad mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan karena industri air minum dalam kemasan (AMDK) memiliki standar internal yang ketat. Setiap produsen melakukan pengecekan fisik secara menyeluruh sebelum melakukan pengisian ulang. Jika kemasan ditemukan tidak layak, pihak produsen akan langsung menghancurkannya untuk didaur ulang.

Berdasarkan hasil uji coba berkala yang dilakukan industri, migrasi BPA pada kemasan guna ulang sejauh ini masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Selama cara pakai sesuai aturan, pasti aman. Fungsi utama wadah ini adalah melindungi air di dalamnya, maka yang perlu diperhatikan adalah lokasi penyimpanan, kondisi kemasan, serta durasi penyimpanan air tersebut,” tandas Prof. Ahmad.

Tips Perawatan Wadah Air Minum

Untuk memastikan keamanan kemasan air minum isi ulang, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  • Simpan wadah di tempat yang sejuk dan kering, hindari paparan sinar matahari langsung.
  • Pastikan wadah tidak tergores atau retak sebelum digunakan.
  • Bersihkan wadah secara rutin dengan air bersih dan sabun, lalu keringkan sebelum diisi ulang.
  • Hindari menyimpan air dalam wadah selama waktu yang terlalu lama, terutama jika suhu lingkungan tinggi.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, penggunaan kemasan air minum isi ulang tetap aman dan nyaman. Prof. Ahmad menekankan bahwa kunci utama keamanan kemasan adalah cara penggunaan dan perawatan yang benar.


Pos terkait