Kapan Gerhana Bulan Total Malam Ini? Cek Waktu WIB, WITA, dan WIT dari BMKG

1707450437
1707450437

Fenomena Gerhana Bulan Total Akan Menghiasi Langit Indonesia

Gerhana Bulan Total (GBT) akan menjadi fenomena langka yang dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Puncak dari peristiwa ini akan terjadi pada pukul 18.33 WIB, 19.33 WITA, dan 20.33 WIT, tergantung pada wilayah masing-masing. Proses keseluruhan dari fenomena ini berlangsung selama 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas yang berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Wilayah Indonesia Timur akan melihat gerhana lebih utuh karena Bulan terbit dalam kondisi yang memungkinkan pengamatan sejak awal. Sementara itu, di wilayah Barat, gerhana sudah memasuki fase totalitas saat Bulan muncul di ufuk timur. Hal ini membuat pengamatan di wilayah Barat sedikit lebih terbatas dibandingkan dengan wilayah Timur.

BMKG telah mengonfirmasi bahwa GBT akan menghiasi langit nusantara pada hari ini. Fenomena ini dapat diamati langsung dengan mata telanjang asalkan cuaca cerah dan minim polusi cahaya. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis sejajar sempurna. Posisi ini menyebabkan Bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra (bayangan inti) Bumi.

Nelly juga menambahkan bahwa jika langit cerah, Bulan tidak akan gelap total, melainkan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana. Fenomena ini sering disebut sebagai Blood Moon dan terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Hamburan ini menyaring cahaya biru dan hanya menyisakan cahaya merah untuk mencapai permukaan Bulan.

Jadwal dan Durasi Fenomena

Bagi Anda yang ingin mengabadikan momen ini, berikut adalah rincian waktu penting:

  • Awal Gerhana: 18.03.56 WIB.
  • Puncak Gerhana:
  • 18.33.39 WIB (Waktu Indonesia Barat)
  • 19.33.39 WITA (Waktu Indonesia Tengah)
  • 20.33.39 WIT (Waktu Indonesia Timur)
  • Akhir Fenomena: 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah timur).

Secara keseluruhan, proses gerhana akan berlangsung selama 5 jam 41 menit. Namun, fase totalitas—saat Bulan benar-benar tertutup bayangan Bumi—hanya akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Perbedaan Visibilitas Wilayah

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menambahkan bahwa wilayah Indonesia Timur akan mendapatkan pengalaman visual yang lebih utuh. Warga di wilayah Timur dapat menyaksikan fase awal gerhana bertepatan dengan momen Bulan terbit.

Sementara itu, untuk wilayah Indonesia Barat, gerhana kemungkinan besar sudah berada dalam fase totalitas atau puncak sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur. Meskipun tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana (dua Matahari dan dua Bulan), hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret inilah yang dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Secara astronomis, fenomena ini merupakan bagian dari Seri Saros 133, yang sebelumnya pernah terjadi pada 2008 dan baru akan terulang kembali pada tahun 2044 mendatang.

Tips Pengamatan

BMKG mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan dengan pandangan langit terbuka ke arah timur dan terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar tidak kehilangan momen berharga ini.


Pos terkait