Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H Akan Digelar di Jakarta
Sidang isbat yang bertujuan menentukan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah akan digelar pada 19 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Acara ini menjadi momen penting dalam menentukan Hari Raya Idulfitri bagi umat Islam di Indonesia.
Sidang tahunan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), para pakar astronomi, serta organisasi kemasyarakatan Islam. Proses pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Sidang Isbat
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat tidak hanya dihadiri oleh internal Kemenag, tetapi juga melibatkan banyak pihak. Unsur yang terlibat mencakup pakar astronomi dari BMKG dan BRIN, perwakilan planetarium dan observatorium, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.
“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” katanya. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan memastikan proses pengambilan keputusan berjalan objektif, ilmiah, serta dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lokasi Sidang Isbat Tahun Ini
Untuk pelaksanaan tahun ini, sidang kembali dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi setelah sebelumnya beberapa ruangan di kawasan tersebut menjalani proses renovasi. Pemilihan lokasi mempertimbangkan sejumlah faktor teknis. Selain ketersediaan ruang yang memadai bagi para undangan, situasi perkantoran dan arus lalu lintas di sekitar lokasi relatif lebih lengang karena sebagian besar pegawai dan masyarakat telah memasuki masa mudik.
Kondisi ini dinilai memudahkan pengaturan akses kendaraan serta area parkir selama kegiatan berlangsung.
Persiapan Teknis dan Koordinasi Nasional
Abu Rokhmad memastikan seluruh tahapan persiapan sidang isbat 1 Syawal 1447 H telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, baik dari sisi substansi penetapan maupun dukungan teknis penyelenggaraan. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan kesiapan teknis terus dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatulhilal di berbagai titik di Indonesia.
“Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat,” jelasnya. Ia juga mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh rangkaian sidang selesai, sehingga informasi yang diterima benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tahapan Sidang hingga Penetapan 1 Syawal
Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar mengenai posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Selanjutnya, dilakukan verifikasi terhadap laporan rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah di Tanah Air. Setelah seluruh data hisab dan rukyat diverifikasi, sidang isbat digelar secara tertutup untuk mengambil keputusan akhir.
Hasilnya kemudian diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama sebagai penetapan 1 Syawal 1447 H, yang menjadi dasar pelaksanaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia.





