Nuzulul Quran merupakan momen penting dalam sejarah Islam yang mengingatkan umat Muslim akan turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini biasanya dirayakan setiap tanggal 17 Ramadan berdasarkan kalender Hijriyah. Namun, penentuan tanggalnya bisa berbeda-beda karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Di Indonesia, terdapat perbedaan pendekatan antara pemerintah dan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dalam menentukan tanggal-tanggal besar keagamaan. Pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap posisi bulan, sedangkan Muhammadiyah lebih mengandalkan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan.
Perbedaan ini sering kali menyebabkan perbedaan tanggal perayaan hari-hari besar Islam, termasuk Nuzulul Quran. Pada tahun 2026, diperkirakan perayaan Nuzulul Quran akan jatuh pada tanggal yang berbeda antara versi pemerintah dan Muhammadiyah. Hal ini bukanlah hal baru, tetapi tetap menjadi topik yang menarik perhatian masyarakat Muslim.
Apa Itu Nuzulul Quran?
Nuzulul Quran merujuk pada peristiwa diturunkannya Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, Jabal Nur. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun 610 Masehi. Al-Qur’an kini menjadi pedoman hidup dan dasar hukum dalam ajaran Islam.
Secara etimologis, kata “Nuzul” berasal dari akar kata nazzala yang artinya “turun”, sedangkan Qur’an merujuk pada kitab suci umat Islam. Secara istilah, Nuzulul Quran menggambarkan proses penurunan Al-Qur’an secara bertahap dari langit ke bumi.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam karena menjadi tanda dimulainya penyebaran ajaran agama ini kepada umat manusia. Umat Islam memperingati Nuzulul Quran setiap tanggal 17 Ramadan, meskipun ada keyakinan bahwa wahyu pertama turun pada malam Lailatul Qadar.
Turunnya Al-Qur’an tidak hanya menjadi peristiwa bersejarah, tetapi juga menjadi tonggak perubahan besar dalam peradaban manusia. Kitab suci ini hadir sebagai sumber petunjuk, pengetahuan, dan pedoman hukum bagi kehidupan manusia.
Kapan Nuzulul Quran?
Tanggal peringatan Nuzulul Quran mengacu pada kalender Hijriyah. Namun, karena kalender ini tidak selalu sejalan dengan kalender Masehi, waktu pelaksanaannya bisa berbeda-beda. Berikut adalah informasi terkait perbedaan tanggal perayaan Nuzulul Quran antara versi pemerintah dan Muhammadiyah:
-
Nuzulul Quran Muhammadiyah
Menurut Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, awal Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Oleh karena itu, peringatan Nuzulul Quran diperkirakan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026. Keputusan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan sebagai acuan awal bulan Hijriah. -
Nuzulul Quran Pemerintah
Hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, peringatan Nuzulul Quran diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026. Tanggal ini menjadi acuan resmi bagi pemerintah dan umat Islam yang mengikuti hasil sidang isbat.
Perbedaan tanggal perayaan Nuzulul Quran antara pemerintah dan Muhammadiyah terjadi karena perbedaan dalam menentukan awal puasa. Meski begitu, momen ini tetap menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk semakin memahami dan mencintai Al-Qur’an selama bulan Ramadan.





