Memperbanyak Ibadah dan Doa di Malam Nuzulul Quran
Mendekati peringatan 17 Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan doa dalam menyambut malam Nuzulul Quran. Momen ini menjadi pengingat akan turunnya wahyu pertama Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Karena menjadi saksi bisu peristiwa agung tersebut, malam Nuzulul Quran memiliki kemuliaan luar biasa bagi siapa saja yang menghidupkannya dengan ibadah.
Pada malam Nuzulul Quran, banyak umat Muslim memanfaatkan waktu tersebut untuk beribadah dan memperbanyak amalan. Salah satu bentuk amalan yang bisa dilakukan adalah dengan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan rahmat dan ampunan. Berikut beberapa bacaan doa yang bisa diamalkan pada malam Nuzulul Quran:
-
Doa Memohon Rahmat
Allaahummarhamnaa bil qur-aan, waj’alhu lanaa imaamaw wa nuuraw wa hudaw wa rahmah. Allaahumma dzakkirnaa minhu maa nasiinaa wa ‘allimnaa minhu maa jahilnaa, warzuqnaa tilaawatahu aanaa allaili wa athrafan nahaari waj’alhu hujjatan lanaa yaa rabbal ‘aalamiina.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kami rahmat berkat Al Quran, dan jadikanlah ia imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami. Ya Allah, ingatkanlah kami apa yang kami lupa dari Al Quran, ajarkanlah kami apa yang tak kami ketahui dari Al Quran, berilah kami karunia untuk membacanya malam maupun siang hari, dan jadikanlah ia hujah bagi kami, wahai pemelihara alam.” -
Doa Malam Nuzulul Quran
Allaahumman fa’naa warfa’naa wasturnaa wanajjinaa bilhaqqil qur-aanil ‘adhiimi. Wa yassir maa fiihi yaa kariimu warham mu’allimanaa wal haadhiriina. Warham jamii’al muslimiina yaa kariim.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami manfaat, rizki kami, tinggikanlah derajat kami, tutuplah keabian kami, dan selamatkanlah kami berkat Al Quran yang agung. Dan mudahkanlah apa yang ada di dalamnya. Wahai Dzat yang Maha Mulia, berilah rahmat kepada para guru kami dan semua yang hadir, berilah rahmat kepada semua umat Islam.” -
Doa Memohon Kebaikan
Allaahumaa bihaqqil qur-aanil ‘adhiimi an taftaha lanaa bikulli khairin. Wa an tatafadh-dhala ‘alainaa bikulli khairin wa an taj’alnaa min ahlil khair. Wa an tu’aamilanaa yaa maulaanaa mu’aa malataka li-ahlil khair. Wa an tahfadhanaa fii adyaa ninaa wa anfusanaa wa aula dinaa wa amwaalinaa wa ahliina. Wa ash-haabinaa min kulli mihnatin wa fitnatin wa dhairin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiirun.
Artinya: “Wahai Allah! Berkat Al Quran yang mulia ini, bukakanlah untuk kami segala kebaikan, berikanlah kepada kami keutamaan dengan segala kebaikan, jadikanlah kami termasuk ahli kebaikan, perlakukanlah kami wahai Tuhan kami, seperti perlakukan Engkau terhadap ahli kebaikan, peliharalah kami tetap pada agama kami, jiwa kami, anak-anak kami, harta-harta kami, sanak keluarga kami, dan sahabat-sahabat kami dari setiap cobaan dan ujian serta bahaya, sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.” -
Doa Memohon Ampun
Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shagiraa.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku di waktu kecil.” -
Doa Memohon Keselamatan
Allaahumma innaa nas aluka salaamatan fid diin, wa ‘aafiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ‘ilmi, wabarokatan fir rizqi, wa taubatan qoblal maut, warohmatan indal maut, wa maghfirotan ba’dal maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naar, wal ‘afwa indal hisaab.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, tobat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunilah setelah datangnya maut. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunilah pada saat hisab.”
Nuzulul Quran, atau peringatan turunnya Al-Qur’an, merupakan salah satu momen bersejarah dalam perjalanan Islam. Peringatan ini umumnya diperingati setiap 17 Ramadan menurut kalender Hijriah. Meskipun demikian, penetapan tanggalnya tidak selalu sama karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terkait hasil hisab Ramadan 1447 Hijriah, awal puasa tahun ini ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Merujuk pada keputusan tersebut, peringatan Nuzulul Quran diprediksi akan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 setelah melalui proses sidang isbat. Keputusan resmi ini menjadi acuan nasional bagi umat Islam, sehingga peringatan Nuzulul Quran diperkirakan jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.





