Nama Gedung Hoegeng Imam Santoso di Polda Maluku Utara
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, memberikan nama Gedung Hoegeng Imam Santoso untuk kantornya. Nama ini dipilih dengan tujuan agar semangat, kejujuran, keberanian, dan kesederhanaan Jendral Hoegeng terus tertanam dalam hati personel Polri, khususnya di wilayah Maluku Utara.
Latar Belakang Jenderal Hoegeng Iman Santoso
Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Iman Santoso (1921–2004) adalah Kapolri ke-5 yang menjabat dari tahun 1968 hingga 1971. Ia dikenal sebagai ikon kejujuran, integritas, dan kesederhanaan dalam dunia kepolisian Indonesia. Hoegeng tidak pernah ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap korupsi, bahkan menolak suap dan hidup dengan cara yang sangat sederhana. Salah satu contohnya adalah ia menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan demi menjaga prinsip-prinsip yang ia pegang.
Berikut beberapa poin penting tentang Jenderal Hoegeng:
- Julukan “Polisi Paling Jujur”: Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berseloroh bahwa hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.
- Karier Kepolisian: Lahir di Pekalongan, 14 Oktober 1921, Hoegeng memulai karir dari bawah. Ia pernah menjadi Kepala Reserse Kriminal di Sumatera Utara, Dirjen Imigrasi, dan Menteri Iuran Negara sebelum menjabat Kapolri.
- Tindakan Tegas: Sebagai Kapolri, ia membongkar kasus penyelundupan mobil mewah dan menolak suap berupa perabotan rumah mewah dari bandar judi di Medan.
- Kesederhanaan dan Integritas: Hoegeng tidak pernah menyalahgunakan jabatan. Istrinya, Merry Roeslani, bahkan menutup toko bunga keluarganya agar tidak ada penyalahgunaan wewenang.
- Pasca Pensiun: Setelah pensiun, ia aktif sebagai pelukis, penyiar radio, dan pemusik bersama grup Hawaiian Seniors di TVRI.
- Wafat: Hoegeng wafat pada 14 Juli 2004 dan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Bogor, bukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sesuai permintaannya.
Inspirasi dari Jenderal Hoegeng
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono mengungkapkan bahwa pemberian nama tersebut bertujuan agar spirit, kejujuran, keberanian, dan kesederhanaan Jendral Hoegeng selalu tertanam di hati personel Polri, khususnya di Maluku Utara.
Ia menyampaikan harapan bahwa polisi-polisi Polda Maluku Utara dapat menjadi teladan dengan integritas, pelayanan, dan kesederhanaan yang tinggi. Hal ini disampaikan saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (1/3/2026).
Menurut Kapolda, di era modern yang serba cepat dan penuh godaan, teladan Jenderal Hoegeng menjadi semakin relevan. Ia menegaskan, “Mari kita membangun kepolisian yang benar-benar mengabdi kepada rakyat, bukan kepada kepentingan pribadi atau golongan.”





