Kapolri Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Dua Gelombang, WFA dan Nyepi Jadi Penentu

Kapolri Bersama Panglima Tni Usai Rakor Bidang Operasional 2024 Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Natal 2024 Tahun Baru 2025 Di 169 1
Kapolri Bersama Panglima Tni Usai Rakor Bidang Operasional 2024 Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Natal 2024 Tahun Baru 2025 Di 169 1

Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan prediksi mengenai puncak arus mudik Lebaran 2026. Dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 yang diadakan di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3), Sigit menjelaskan bahwa puncak arus mudik akan terjadi dalam dua periode berbeda pada Maret mendatang.

Prediksi ini dibuat berdasarkan hasil survei dari Direktorat Lalu Lintas bersama Kementerian Perhubungan. Data tersebut juga dibandingkan dengan realisasi jumlah pemudik pada tahun 2025 sebagai bahan evaluasi. Menurut Sigit, puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi antara tanggal 14 hingga 15 Maret.

Lonjakan pergerakan masyarakat diperkirakan terjadi menjelang pertengahan Maret. Periode tersebut dinilai menjadi momentum awal peningkatan signifikan volume kendaraan di jalur utama mudik. Setelah fase pertama, pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA pada 16 dan 17 Maret. Kebijakan ini diperkirakan memicu gelombang pergerakan lanjutan.

Dengan adanya WFA, masyarakat memiliki fleksibilitas waktu untuk bepergian. Karena itu, puncak arus mudik kedua diprediksi terjadi pada 18 dan 19 Maret. Hal ini menunjukkan bahwa arus mudik tidak hanya terjadi dalam satu gelombang, tetapi dalam dua tahap yang berbeda.

Selain fokus pada arus mudik, Kapolri juga mengingatkan pentingnya pengaturan khusus untuk jalur penyeberangan menuju Bali. Hal ini berkaitan dengan peringatan Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah. “Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi,” ucap Sigit.

Pengaturan tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran arus sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah umat Hindu di Bali. Koordinasi lintas sektor akan diperkuat untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik penyeberangan.

Prediksi Arus Balik Lebaran 2026

Sementara itu, untuk arus balik Lebaran 2026, Sigit juga memprediksi akan terjadi dua gelombang kepadatan. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 24 dan 25 Maret. Lonjakan kedua arus balik diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret. Polri pun menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi peningkatan volume kendaraan di luar perkiraan.

“Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan,” tutup Sigit.

Strategi Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas

Dengan adanya dua periode puncak mudik dan balik, Polri menyiapkan strategi pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara bertahap. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi risiko kemacetan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat selama musim Lebaran 2026.


Pos terkait