Kapolri Sigit Berbuka Bersama Ormas, OKP, dan Mahasiswa, Tegaskan Ruang Kritik Terbuka

Aa1x9uc5
Aa1x9uc5

Kapolri Berkomitmen Terbuka terhadap Kritik dan Masukan

Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, kembali menegaskan komitmen Korps Bhayangkara untuk memberi ruang bagi semua pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), dan mahasiswa, dalam menyampaikan kritik. Hal ini disampaikan oleh Jenderal Sigit usai mengajak ormas, OKP, dan mahasiswa berbuka puasa bersama pada Kamis (26/2).

Menurutnya, memberikan ruang bagi kritik adalah bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat. Ia berjanji akan terus membuka pintu bagi semua pihak yang ingin menyampaikan masukan atau kritik kepada Polri.

”Tentunya kita selalu tetap memberikan ruang bagi teman-teman, para pemuda, dan mahasiswa untuk terus bersuara karena itu bagian dari kehidupan demokrasi,” ujar Sigit kepada awak media di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan (Jaksel).

Ia menekankan bahwa Polri memiliki kewajiban untuk mendengarkan setiap kritik, masukan, dan saran yang diberikan. Instansi tersebut juga tidak menutup diri terhadap evaluasi. Menurutnya, hal ini penting agar Polri bisa menjadi organisasi yang lebih baik di masa depan.

”Polri siap juga untuk selalu dievaluasi dan dikritik agar bisa mengantarkan Polri sesuai dengan mandat dan amanat reformasi menjadi civilian police yang bisa dekat dan dicintai masyarakat. Oleh karena itu, saya titip agar institusi ini terus dijaga dan dirawat,” tambahnya.

Upaya Merajut Persatuan dan Kesatuan

Buka puasa bersama antara Polri dengan ormas, OKP, dan mahasiswa merupakan salah satu bagian dari upaya merajut persatuan dan kesatuan di antara anak bangsa. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan seluruh program yang tertuang dalam Asta Cita.

”Kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan untuk bisa mendukung apa yang menjadi program pemerintah,” ujarnya.

Sigit menjelaskan bahwa situasi global saat ini sedang tidak stabil. Untuk itu, semua pihak harus siap menghadapi berbagai implikasi dari situasi tersebut. Ia menilai bahwa kesatuan dan persatuan sangat penting, karena tanpa itu akan sulit menghadapi tantangan di tengah situasi global yang semakin kompleks.

”Kita bersama-sama harus bersatu, bahu-membahu untuk menjaga agar negara ini tetap bisa bertumbuh dengan baik karena stabilitas kamtibmas itu menjadi salah satu modal utama sebagai prasyarat untuk kita bisa melaksanakan pembangunan,” tegasnya.

Pentingnya Kolaborasi dan Komunikasi Terbuka

Selain itu, Sigit menekankan bahwa kolaborasi antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas, OKP, dan mahasiswa, sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling percaya. Ia menilai bahwa komunikasi yang terbuka dan transparan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan nasional.

”Dengan adanya komunikasi yang baik, kita bisa saling memahami kebutuhan dan harapan masing-masing pihak. Ini akan membantu Polri dalam menjalankan tugasnya secara efektif dan profesional,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga sikap konstruktif dalam menyampaikan pendapat atau kritik. Dengan begitu, perbedaan pandangan dapat dijadikan sebagai alat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

”Mari kita bekerja sama untuk menciptakan suasana yang damai dan harmonis. Semua pihak harus saling mendukung dan menjaga kepentingan bersama,” tutupnya.

Pos terkait