Kapolri Umumkan Skema Pengamanan Mudik 2026, Proyek Konstruksi Dihentikan Sementara

Aa1wsx90 1
Aa1wsx90 1



Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan strategi pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Senin (2/3). Dalam paparannya, Kapolri menjelaskan beberapa langkah yang akan diterapkan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama masa mudik.

Salah satu kebijakan utama yang disiapkan adalah pembatasan operasional angkutan barang selama periode arus mudik dan balik. Meski detail teknis akan dijelaskan oleh Menteri Perhubungan, Kapolri menegaskan bahwa kebijakan ini mencakup sistem rekayasa lalu lintas serta pengaturan di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan.

“Beberapa hal akan lebih rinci dijelaskan oleh Menhub, termasuk pembatasan operasional angkutan barang, sistem rekayasa lalu lintas yang akan digunakan, serta pengaturan di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan,” ujar Kapolri saat rapat koordinasi.



Selain itu, pengaturan juga akan diberlakukan di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan penumpang. Kapolri juga menyampaikan bahwa proyek konstruksi di sekitar jalur mudik akan dihentikan sementara selama periode arus mudik dan balik untuk mencegah hambatan lalu lintas.

Langkah lain yang disiapkan adalah pengalihfungsian 48 unit pelaksana penimbangan kendaraan menjadi tempat istirahat sementara bagi pemudik, khususnya di jalur arteri. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi.

“Juga mengatur tentang pengerjaan proyek konstruksi di sekitar jalur untuk dihentikan sementara, dan mengalihfungsikan 48 unit pelaksana penimbangan kendaraan untuk digunakan sebagai tempat istirahat bagi pemudik khususnya di jalur-jalur arteri,” jelas Sigit.

Terkait pengendalian operasional kendaraan barang, Kapolri menegaskan bahwa mekanisme teknis akan dijabarkan lebih lanjut oleh Kementerian Perhubungan. Upaya tersebut merupakan bagian dari sinergi lintas sektoral guna memastikan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik

Di kesempatan yang sama, Kapolri juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Akan ada dua gelombang puncak arus mudik dan arus balik.

“Prediksi puncak arus mudik kemungkinan terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret. Kemudian pemerintah melaksanakan WFH antara tanggal 16 dan 17. Sementara prediksi puncak arus mudik kedua ada di tanggal 18-19 Maret,” kata Kapolri.

Puncak mudik tahun ini datang bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Hal ini memerlukan adanya pengaturan khusus dalam penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali untuk menghormati hari besar keagamaan tersebut.

Sementara Lebaran dan cuti bersama akan dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 24 Maret 2026.

“Prediksi puncak arus balik pertama terjadi di tanggal 24 dan 25 Maret. Prediksi puncak arus balik kedua pada tanggal 28 sampai 29 Maret. Dan bila diperlukan, Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan,” tambah Kapolri.

Pos terkait