Karyawan TPA Putri Cempo Solo Tewas di Mesin Penggiling, Tinggalkan Adik yang Masih Sekolah

Antarafoto Water Bombing Tpa Putri Cempo Solo 190923 Yud 9 1
Antarafoto Water Bombing Tpa Putri Cempo Solo 190923 Yud 9 1

Duka di Hati Keluarga Akibat Kecelakaan Kerja

Duka menyelimuti keluarga E (23), seorang petugas di PLTSa Putri Cempo yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, Senin (2/3/2026). Kejadian ini terjadi saat korban terjatuh ke mesin penggilingan sampah TPA Putri Cempo Solo. Peristiwa tragis ini menimbulkan rasa sedih yang mendalam bagi seluruh keluarga dan rekan kerjanya.

Paino, kerabat dekat korban, tidak kuasa menahan air mata saat melihat keponakannya, Edy Saputro, meregang nyawa. Ia mengaku sempat menyangga pundak korban sebelum almarhum mengembuskan napas terakhir di tangannya. Saat mendapat kabar, Paino langsung menuju lokasi kejadian. Ia menyebut korban sudah dianggap seperti anak sendiri.

Kepergian E tidak hanya meninggalkan luka mendalam, tetapi juga kekhawatiran akan kelanjutan pendidikan adiknya yang masih duduk di bangku kelas X SMK swasta di Kabupaten Karanganyar. Wali Kota Solo, Respati Ardi, melayat ke rumah duka di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar pukul 15.55 WIB. Ia datang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Herwin Tri Nugroho.

Setibanya di rumah duka, Respati langsung menemui ibu almarhum di ruang tengah. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Sang ibu tampak lemas menerima kenyataan kepergian putra sulungnya. E diketahui merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan selama ini menjadi salah satu tulang punggung keluarga.

Pemkot Solo Tanggung Pendidikan Adik Korban

Dalam kesempatan itu, Respati menyampaikan belasungkawa dan penyesalannya atas peristiwa tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “Turut berdukacita, sangat menyesalkan sekali apa yang terjadi. Jadi pelajaran penting sehingga ke depan bisa lebih berhati-hati,” ujar Respati.

Ia juga mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Solo memastikan akan membantu meringankan beban keluarga dengan membiayai pendidikan adik almarhum hingga lulus sekolah. “Kita tanggung pendidikan adik korban hingga lulus,” tegasnya.

Soroti SOP dan Keselamatan Kerja

Respati juga menyinggung pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan keselamatan kerja agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi. Ia menyebut korban bekerja di bawah pengelolaan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP). “Korban bekerja di bawah SCMPP, bisa mendapatkan hak-haknya nantinya,” imbuhnya.

Menurutnya, sesuai perjanjian kerja sama antara Pemkot dan pihak perusahaan, penanganan teknis diserahkan kepada perusahaan. Namun ia menekankan agar aspek kehati-hatian dan keselamatan menjadi prioritas utama. “Saya sangat berharap kecelakaan seperti ini semoga SOP, kehati-hatian lebih diutamakan,” katanya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga masuk ke dalam mesin pemilah sampah di area PLTSa. Ia baru berhasil dievakuasi oleh relawan sekitar pukul 10.24 WIB.

Salah satu pemulung di TPA Putri Cempo, Nur, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Namun ia sempat mendengar teriakan agar mesin segera dimatikan. “Ada teriakan supaya mesin dimatikan. Korban sudah masuk ke dalam (mesin),” ujarnya.

Kini, keluarga berharap ada kejelasan tanggung jawab dan perlindungan bagi para pekerja di fasilitas pengolahan sampah tersebut. Di tengah duka, perhatian pemerintah terhadap pendidikan adik korban menjadi secercah harapan bagi keluarga yang ditinggalkan.


Pos terkait