Kasus Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir Sering Ditemukan

Aa1ughdi
Aa1ughdi

Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, menyatakan bahwa penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Ia memperkirakan bahwa prevalensi penyakit ini mencapai sekitar 9–10 kasus per 1000 kelahiran hidup. “Deteksi dini menjadi strategi penting dalam mencegah dampak serius pada kesehatan anak,” ujarnya pada pertengahan Februari 2026.

Program skrining ini selaras dengan arah kebijakan nasional yang mengedepankan pendekatan preventif melalui pemeriksaan kesehatan rutin. “Kegiatan skrining di sekolah bukan hanya membantu identifikasi kasus lebih awal, tetapi juga meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemeriksaan jantung sejak dini,” katanya.

Kegiatan Edukasi dan Skrining di Sekolah

Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) bersama GE HealthCare Indonesia menggelar kegiatan skrining di SDN Makassar 03 Pagi Jakarta Timur. Kegiatan ini melibatkan guru serta orang tua wali murid sebagai bentuk edukasi menyeluruh. Para tenaga medis berupaya mengubah paradigma masyarakat bahwa deteksi jantung harus dimulai sejak masa kehamilan hingga usia sekolah.

Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, Oktavia Lilysari, menjelaskan bahwa Indonesia selama ini masih menghadapi keterbatasan data nasional terkait prevalensi penyakit jantung bawaan. Oleh karena itu, skrining yang dilakukan serentak di berbagai kota diharapkan menjadi fondasi awal menuju data nasional penyakit jantung bawaan yang lebih komprehensif.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Dalam sesi edukasi, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Asmoko Resta Permana menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang terbentuk sejak masa perkembangan janin di dalam kandungan. Banyak masyarakat masih beranggapan bahwa semua anak memiliki kondisi jantung sehat, padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Ia memaparkan bahwa PJB terbagi menjadi dua kategori utama, yakni PJB sianotik yang ditandai dengan warna kebiruan akibat rendahnya kadar oksigen, ada pula PJB asianotik atau yang tidak menampakkan kebiruan. Kelompok asianotik sering kali sulit dikenali karena gejalanya menyerupai penyakit lain atau tampak ringan. Akibatnya, banyak kasus penyakit jantung bawaan yang tidak terdeteksi karena tidak menunjukkan gejala khusus.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Menurut Asmoko, salah satu penyebab keterlambatan diagnosis adalah karena gejala PJB kerap disalahartikan sebagai masalah nutrisi atau infeksi saluran pernapasan biasa. Padahal, pada beberapa kasus, kondisi tersebut justru disebabkan oleh kelainan jantung yang belum terdeteksi.

Vivi, sapaan Octavia, mengatakan ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai baik orang tua maupun tenaga medis perihal tanda kasus penyakit jantung bawaan. Ciri tersebut antara lain bayi yang mudah lelah saat menyusu, sering mengalami batuk atau demam berulang, berat badan sulit naik, hingga anak yang cepat lelah atau sesak napas saat beraktivitas. Dalam kondisi tertentu, gejala dapat berkembang menjadi gagal jantung akut dengan tanda seperti napas cuping hidung kembang-kempis, rewel, berkeringat berlebihan, serta memburuk saat berbaring.

Metode Pemeriksaan Penyakit Jantung Bawaan

Asmoko menegaskan bahwa pemeriksaan penyakit jantung bawaan dapat dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pemeriksaan fisik, pulse oximetry untuk mengukur saturasi oksigen, elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi atau USG jantung, hingga pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, atau kateterisasi jika diperlukan.

Selain deteksi pada anak sekolah, skrining idealnya dilakukan sejak masa kehamilan. Jantung janin terbentuk pada trimester pertama, sehingga periode awal kehamilan menjadi fase krusial yang memerlukan perhatian khusus. Pemeriksaan USG khusus jantung janin memungkinkan dokter mempersiapkan penanganan segera setelah bayi lahir apabila ditemukan kelainan serius.

Pos terkait