Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Sikka: Penyelidikan Terus Berjalan
Polres Sikka masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan STN (14), seorang siswi kelas VII SMP MBC Ohe. Korban ditemukan tewas di Kali Watuwogat, Dusun Woloklereng, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, pada Senin (23/2/2026) sore. Pelaku diketahui adalah FRG (16), kakak kelas korban yang juga merupakan siswa kelas IX SMP MBC Ohe.
Penyitaan Barang Bukti dan Pencarian Selanjutnya
Menurut informasi dari Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga, pihak kepolisian telah menyita beberapa barang bukti seperti sandal milik korban dan pelaku serta kayu yang digunakan untuk menutupi jasad korban. Namun, parang, pakaian, dan ponsel korban masih dicari oleh tim penyidik.
Ia menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan pencarian terhadap barang bukti utama, termasuk parang yang digunakan saat kejadian. Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan saksi ahli seperti dokter forensik, menyelesaikan berkas perkara, dan mengirimkan berkas ke Kejaksaan Negeri Sikka agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum.
“Penegakan hukum dalam kasus ini bertujuan untuk memberikan keadilan bagi almarhumah dan keluarganya,” ujar Iptu Reinhard. “Kami juga ingin memberikan peringatan keras bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di masyarakat kita.”
Proses Hukum dan Penahanan Tersangka
FRG ditahan selama 7 hari sejak 27 Februari 2026 sesuai prosedur SPPA. Tim Buser Polres Sikka telah berhasil mengamankan FRG di wilayah Kabupaten Ende dan membawanya ke Polres Sikka untuk proses hukum lebih lanjut. Sampai saat ini, penyidik telah menerbitkan Sprindik dan Springas, memeriksa tujuh orang saksi, serta melakukan penahanan terhadap FRG.
Peristiwa Awal dan Pencarian Jasad
Kejadian bermula pada Jumat, 20 Februari 2026, saat STN pergi ke rumah kerabat untuk mengambil gitar yang dipinjamnya. Namun, hingga pukul 20.00 Wita, korban belum kembali. Keluarga kemudian mencari ke kerabat dan tetangga, tetapi tidak menemukan korban. Laporan kehilangan dibuat ke Polsek Kewapante pada Minggu (21/2/2026), dan polisi bersama keluarga melakukan pencarian.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tercium bau menyengat di Kali Watuwogat. Jasad STN ditemukan tertimbun di bawah tumpukan rumput, kayu, dan bambu yang dipalang.
Ayah Pelaku Kabur Saat Berobat
Sementara itu, SG (47), ayah dari FRG (tersangka), dikabarkan kabur saat dirawat di rumah sakit. Informasi yang didapat menyebutkan bahwa SG dibawa ke RSUD TC. Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengeluh sakit. Namun, saat proses pengobatan berlangsung, SG berhasil meloloskan diri dan hingga kini keberadaannya masih belum diketahui.
SG sebelumnya dibekuk oleh Tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa (24/2/2026) pagi. Sementara itu, FRG diamankan di rumah keluarganya di Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada Selasa siang.
Isu Keterlibatan Pihak Lain
Polisi masih terus menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa SG, ayah dari FRG, merupakan seorang dukun di kampung Woloklereng, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka.





