TWA Kawah Ijen Kembali Beroperasi Setelah Pendaki Ditemukan Selamat
Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kembali dibuka untuk pengunjung setelah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Muhammad Dzikri Maulana (16), seorang pendaki yang hilang selama dua hari, dari tebing sedalam 890 meter. Dzikri ditemukan dalam kondisi selamat dan segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan hasil evaluasi lima poin yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi bersama pemangku kepentingan, disimpulkan bahwa jalur, rambu, dan cuaca bukan menjadi kendala utama dalam insiden ini. Sebaliknya, penyebab utamanya adalah kelalaian pendaki dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan tim saat berada di medan pendakian.
Hasil Evaluasi Lima Poin BKSDA Banyuwangi
Kepala Seksi V BKSDA Banyuwangi, Dwi Sugiarto, menjelaskan bahwa hasil evaluasi mencakup beberapa aspek penting:
-
Standar Operasional Prosedur (SOP)
SOP yang telah dibuat dinilai memadai untuk menjamin keamanan pengunjung. Namun, ada indikasi bahwa SOP tersebut belum sepenuhnya dipatuhi oleh para pendaki. -
Sarana dan Prasarana
Papan informasi, larangan, dan penunjuk arah di sepanjang jalur dinilai cukup memadai. Meskipun demikian, penggunaannya tidak sepenuhnya optimal. -
Kondisi Cuaca
Cuaca saat kejadian, meskipun kadang berkabut, tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan pendaki tersesat atau mengalami gangguan kesehatan. -
Kelayakan Jalur
Kejelasan, lebar, dan alur jalur pendakian disebut cukup memadai untuk mendukung aktivitas pendakian. -
Kepatuhan Pengunjung
Tingkat kepatuhan korban dan timnya terkait pentingnya menjaga kondisi jasmani, rohani, serta kekompakan tim dinilai masih rendah.
“Kesimpulannya, penyebab pendaki tersesat karena human error atau pelanggaran terhadap SOP pendakian dan rendahnya kebersamaan atau kekompakan tim,” kata Dwi Sugiarto.
Fokus Perbaikan dan Pengetatan Aturan Pendakian
Menurut Dwi, fokus perbaikan ke depan adalah memperketat pengawasan terhadap kondisi fisik dan kesehatan pengunjung. Pengunjung diwajibkan memiliki surat keterangan sehat dan tiket berasuransi. Selain itu, pengunjung juga diminta untuk menggunakan guide berizin yang sudah mengenal medan TWA Kawah Ijen guna memastikan pergerakan tamu tetap terpantau.
Pihak pengelola juga mengimbau agar pengunjung selalu bersama rombongan dan membangun kekompakan sejak berangkat hingga pulang. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi.
Kronologi Penemuan Muhammad Dzikri Maulana
Muhammad Dzikri Maulana, warga Dusun Ampelgading, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pencarian hari kedua, Kamis, dalam keadaan selamat. Dzikri hilang pada Rabu (18/2/2026) dan berhasil ditemukan sekitar pukul 16.16 WIB di area tebing dengan radial 6,7 derajat, berjarak sekitar 890 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang.
Tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi menggunakan teknik vertical rescue atau penyelamatan dari medan curam (tegak lurus) dengan peralatan khusus. Dzikri akhirnya berhasil dibawa turun dari area tebing sekitar pukul 17.50 WIB. Korban kemudian dibawa ke Pos Paltuding dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Licin menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.
Operasi pencarian ini melibatkan sedikitnya 41 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR, BPBD, Polsek, Koramil, KSDA Gunung Ijen, hingga warga setempat.
Awal Mula Pendakian Rombongan
Dzikri berangkat mendaki bersama rekan-rekannya saat jalur pendakian resmi dibuka pada pukul 02.00 WIB. Dalam rombongan tersebut, Dzikri mendaki bersama seorang rekan, sementara tiga rekan lainnya berangkat pada hari yang sama namun dengan cara yang berbeda.
“Mereka berdua mendaki ditemani guide. Sementara tiga temannya mendaki bersama troli,” kata Koordinator Resor TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso.
Setibanya di puncak, rombongan remaja tersebut sempat bertemu kembali dan beristirahat di sekitar kawah. Lokasi istirahat mereka berada di area pertigaan jalur yang menuju ke kawah dan spot sunrise. Namun, rekan-rekannya baru menyadari Dzikri sudah tidak terlihat ketika mereka selesai beristirahat dan hendak melanjutkan perjalanan untuk turun.
Laporan Kehilangan oleh Pihak Keluarga
Menurut keterangan Rusdi, empat rekan Dzikri telah tiba kembali di Paltuding sekitar pukul 08.00 WIB. Hilangnya Dzikri dilaporkan oleh pihak keluarga yang merasa cemas karena ia tak kunjung pulang ke rumah.
Sebelumnya, Dzikri sudah pamit untuk mendaki Gunung Ijen pada Rabu dini hari saat jam pendakian baru saja dibuka. Pendakian Gunung Ijen sendiri memang mulai dibuka pada pukul 02.00 WIB.
“Keluarganya melaporkan bahwa pendaki tersebut belum pulang ke rumah hingga pukul 14.00,” ujar Rusdi.





