Musrenbang RKPD Distrik Tembagapura Tahun 2026: Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kembali melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Distrik Tembagapura Tahun 2026. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyusun skala prioritas pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat serta mengoptimalkan potensi lokal.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, pada Senin (2/3/2026). Hadir dalam acara ini antara lain Kepala Dinas Kesehatan Reynold Umbra, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika Yohana Paliling, M.Si, Kepala Distrik Tembagapura Thobias Yawame, SIP., MAP, anggota DPRK Mimika, serta aparat TNI-Polri.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johannes Rettob, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, menekankan bahwa musrenbang distrik merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
“Melalui musrenbang ini, kita tidak hanya berbicara tentang rencana pembangunan semata, tetapi juga tentang komitmen bersama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkomitmen mendukung pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah, termasuk Distrik Tembagapura yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Namun, masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang harus dihadapi bersama, seperti keterbatasan infrastruktur dasar, akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui Musrenbang RKPD Tahun 2026 ini, ia mengimbau seluruh pihak untuk menyusun skala prioritas pembangunan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat serta mengoptimalkan potensi lokal guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan, mempercepat pembangunan infrastruktur dasar guna membuka aksesibilitas antarwilayah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, menyampaikan bahwa masih banyak isu penting terkait pembangunan infrastruktur, transportasi, dan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan bahwa semua usulan dari masing-masing kampung merupakan kebutuhan prioritas yang sangat penting.
“Apapun yang dihasilkan dari kampung masing-masing merupakan kebutuhan prioritas yang kami usulkan. Kami mohon kepada seluruh pimpinan OPD agar dapat mempertimbangkannya,” kata Thobias.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan agar tidak menghambat tujuan serta harapan pembangunan, khususnya dalam mendukung visi dan misi bupati dan wakil bupati Mimika.
Fokus Utama Pembangunan di Distrik Tembagapura
Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembangunan di Distrik Tembagapura antara lain:
- Peningkatan kualitas SDM: Melalui sektor pendidikan dan kesehatan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
- Percepatan infrastruktur dasar: Pembangunan infrastruktur diperlukan untuk membuka aksesibilitas antarwilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Kemandirian ekonomi masyarakat: Mengoptimalkan potensi lokal dan memberdayakan masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
- Sinergi antara pemerintah dan masyarakat: Memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik.





