Kebakaran di Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin
Kebakaran yang terjadi di Jalan Pekapuran Raya, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah meninggalkan duka mendalam bagi H. Bali, pemilik rumah yang menjadi korban kejadian tersebut. Insiden ini terjadi pada hari Minggu (1/3/2026), saat H. Bali sedang beraktivitas di kawasan Pal 7, Jalan Ahmad Yani. Ia dikenal sebagai penjual burung hias dan memiliki keterlibatan aktif dalam kehidupan masyarakat sekitar.
Setelah api berhasil dipadamkan, H. Bali tiba di lokasi kebakaran. Namun, apa yang ia temui adalah pemandangan yang menyedihkan. Seluruh isi rumahnya telah menjadi puing-puing, dengan pecahan kaca dan perabotan berserakan di lantai. Petugas yang masuk ke dalam rumah harus berhati-hati melangkah karena bahaya dari benda-benda tajam yang berserakan.
H. Bali datang tanpa sepatah kata pun. Warga sekitar menyambutnya dengan rasa simpati, mencoba memberikan dukungan moral. Seorang warga mengucapkan, “Sabar aja pian,” sambil mendekatinya. Ucapan itu seolah menjadi bentuk kepedulian terhadap kesedihan yang dirasakan oleh H. Bali.
Pemandangan yang ia lihat seolah meremukkan hati. Ditambah lagi dengan kabar bahwa istrinya, Hj. Maryam, sudah berada di rumah sakit akibat luka bakar. Hal ini memperparah rasa duka yang dirasakan oleh H. Bali.
Dengan langkah berat, H. Bali menyusuri setiap ruangan di rumahnya. Namun, semuanya telah hangus. Kamar-kamar ludes, dapur hancur, dan ruang tamu penuh dengan pecahan kaca serta perabot hias. Satu-satunya yang tersisa hanyalah hiasan ayat kursi yang masih kokoh menempel di dinding.
Kerumunan warga semakin bertambah, membuat suasana sesak. H. Bali hanya terdiam, sesekali menggelengkan kepala. Air mata nyaris jatuh, namun ia berusaha tegar sebagai kepala keluarga. Perasaan kehilangan dan kesedihan yang ia rasakan tampak jelas dari ekspresi wajahnya.
Di tengah kesedihan yang menghiasi wajah H. Bali, masyarakat sekitar tetap berusaha memberikan dukungan. Mereka berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan dapat menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kesadaran akan keamanan dan kesiapan dalam menghadapi bencana.





