Kegiatan Saba Budaya Kota dan Bazar Ramadan di Kawasan Dadaha
Kawasan Dadaha di Kota Tasikmalaya kembali menjadi pusat perhatian masyarakat setelah Forum Koordinasi Pengelolaan Dadaha Tasikmalaya (Forkopdatas) menggelar kegiatan bersih-bersih yang bertajuk “Saba Budaya Kota” pada hari Minggu, 1 Maret 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kebersihan dan keindahan kawasan tersebut.
Kegiatan Bersih-Bersih dengan Partisipasi Komunitas Seni Budaya
Kegiatan “Saba Budaya Kota” diikuti oleh berbagai komunitas seni budaya yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya. Mereka bekerja sama dalam membersihkan area kawasan Dadaha, baik itu jalanan, trotoar, maupun tempat-tempat umum lainnya. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai tradisional.
Di bulan Ramadan, Forkopdatas juga menyelenggarakan Bazar Ramadan sebagai ajang ngabuburit bagi warga. Bazar ini juga menjadi sarana penting bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka. H. Iwan Saputra, seorang politikus partai Golkar, memberikan apresiasi atas inisiatif Forkopdatas dalam menyelenggarakan bazar ini. Menurutnya, kegiatan ini telah membantu para pelaku usaha mikro dan kecil untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa mengganggu lalu lintas.
Peran Kawasan Dadaha sebagai Ikon Wisata Lokal
Iwan menjelaskan bahwa kawasan Dadaha merupakan salah satu ikon di Tasikmalaya yang dikenal sejak dulu sebagai ruang terbuka publik untuk berbagai kegiatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya tata kelola dan pengelolaan kawasan ini agar tetap bersih dan rapih, sehingga bisa menjadi destinasi wisata lokal yang menarik.
Ketua panitia pelaksana Bazar Ramadan, Taopik Rizki Firmansyah, menjelaskan bahwa kegiatan Bazar Ramadan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selain menjadi ajang ngabuburit bagi masyarakat, bazar ini juga menjadi ruang bagi para UMKM untuk memasarkan produk mereka. Dalam kegiatan ini, pihak penyelenggara juga mengajak komunitas seni budaya untuk turut serta dalam kegiatan “Saba Budaya Kota”.
Penataan Pedagang Kaki Lima di Area yang Lebih Teratur
A. Cundiana, ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Dadaha Tasikmalaya (Forkopdatas), menambahkan bahwa dalam Bazar Ramadan kali ini, pihaknya melakukan penataan terhadap para pedagang kaki lima yang biasanya berjualan di trotoar. Mereka dialihkan ke area bagian dalam atau di halaman GOR dan gedung GCC. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu aktifitas jalan dan menghindari kemacetan serta ketidaktatanan.
Ki Lanang, ketua Komite Budaya Dewan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, mengatakan bahwa acara “Saba Budaya Kota” ini digagas oleh para pegiat budaya sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan kawasan Dadaha. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat penting dalam menjaga identitas budaya dan keindahan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kawasan Dadaha dapat terus dipertahankan sebagai tempat yang nyaman dan indah bagi masyarakat. Selain itu, keberlanjutan dari kegiatan ini juga menjadi harapan besar bagi seluruh pihak yang terlibat.





