Kebutuhan Air Bersih dan Sanitasi Jadi Prioritas Utama PascaBencana

Warga Alue Leuhob Nikmati Air Bersih 2
Warga Alue Leuhob Nikmati Air Bersih 2

Percepatan Pembangunan Sumur Bor dan Fasilitas MCK untuk Penyintas Bencana di Sumatera

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus berupaya mempercepat pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah krisis kesehatan serta mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa kebutuhan akan air bersih dan sanitasi menjadi prioritas utama. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, pembangunan fasilitas MCK telah mencapai sekitar 80 persen, namun pembangunan sumur bor masih perlu ditingkatkan karena capaian saat ini hanya sekitar 56 persen.

“Untuk MCK sudah mencapai sekitar 80 persen, tetapi pembangunan sumur bor masih perlu ditingkatkan karena baru sekitar 56 persen,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Progres Pembangunan MCK dan Sumur Bor

Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 26 Februari 2026, dari total 257 unit MCK yang ditargetkan di tiga provinsi, sebanyak 208 unit atau sekitar 80 persen telah selesai dibangun. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Di Aceh, dari target 72 unit, 54 unit telah rampung.
  • Di Sumatera Utara, 128 dari 139 unit telah selesai.
  • Sementara di Sumatera Barat, 21 dari 46 unit telah dibangun.

Sementara itu, untuk sumur bor, capaian masih di angka 56 persen. Dari total target 836 unit, sebanyak 474 unit telah terealisasi. Berikut rinciannya:

  • Di Aceh, 369 dari 578 sumur bor telah dibangun.
  • Di Sumatera Utara, 84 dari 152 unit telah selesai.
  • Adapun di Sumatera Barat, 21 dari 107 unit telah rampung.

Kerusakan Infrastruktur Air Jadi Kendala

Menurut Tito, percepatan pembangunan sumur bor diperlukan karena jaringan air bersih dan sanitasi mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir tahun lalu. Ia mengapresiasi dukungan lintas sektor, termasuk dari PLN, Danantara, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam penyediaan fasilitas dasar tersebut.

Rakor Lintas Menteri

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dan dihadiri sejumlah menteri serta pimpinan lembaga, baik secara langsung maupun virtual. Tujuan dari rapat ini adalah untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas, khususnya akses air bersih dan sanitasi, dapat terpenuhi secara merata sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.


Pos terkait