Partai Gema Bangsa Mengutuk Tindakan Militer yang Memperparah Konflik Timur Tengah
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa mengecam tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Mereka menilai langkah tersebut memperburuk situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Menurut DPP, aksi agresi dan pelanggaran kedaulatan negara hanya akan memicu ketidakstabilan yang lebih luas serta mengancam perdamaian dunia.
Ketua DPP Partai Gema Bangsa Bidang Luar Negeri, Ary Oskandar, menyampaikan bahwa pihaknya secara tegas mengutuk setiap tindakan agresif yang berpotensi memperluas perang. Ia menekankan bahwa penggunaan kekuatan bersenjata yang melanggar prinsip hukum internasional adalah bentuk arogansi yang membahayakan keselamatan umat manusia.
“Tidak ada alasan politik apa pun yang dapat membenarkan tindakan yang memperbesar korban sipil dan memperluas perang,” ujarnya kepada wartawan pada Senin (2/3). Ia menegaskan bahwa intervensi bersenjata yang mengabaikan kedaulatan negara lain merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan norma global.
Ary menilai bahwa konflik bersenjata bukanlah solusi atas ketegangan geopolitik. Menurutnya, peperangan justru mencerminkan kegagalan diplomasi dan kepemimpinan global dalam mencari solusi melalui dialog.
“Perang bukan solusi. Perang adalah kegagalan diplomasi dan kegagalan kepemimpinan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Indonesia harus tetap konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi. Indonesia tidak boleh menjadi alat atau pengikut dari kepentingan kekuatan global.
“Indonesia, berdasarkan amanat konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif, tidak boleh menjadi alat, tidak boleh menjadi pengikut, dan tidak boleh tunduk pada tekanan kekuatan global mana pun. Sikap bangsa harus berdiri tegak, berpihak pada perdamaian, pada hukum internasional, dan pada kepentingan nasional,” kata Ary.
Ia juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik global memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Mulai dari harga energi hingga stabilitas nilai tukar rupiah, semua bisa terganggu akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Eskalasi konflik global akan berdampak langsung pada harga energi, beban subsidi, stabilitas rupiah, dan daya beli rakyat. Rakyat Indonesia tidak boleh menjadi korban dari ambisi geopolitik yang tidak mereka ciptakan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ary menegaskan bahwa kepemimpinan dunia saat ini sedang diuji oleh situasi yang semakin kompleks. Setiap keputusan yang memperbesar konflik akan meninggalkan catatan sejarah tersendiri.
“Kepemimpinan dunia hari ini sedang diuji. Siapa yang memilih memperbesar api konflik akan tercatat dalam sejarah sebagai pihak yang memperpanjang penderitaan umat manusia,” pungkasnya.
Reaksi dan Implikasi dari Tindakan Militer
Partai Gema Bangsa menyoroti pentingnya menjaga perdamaian dunia melalui dialog dan kerja sama internasional. Mereka menilai bahwa tindakan militer tidak hanya merusak hubungan antar negara, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Khususnya di Indonesia, kenaikan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi bisa menjadi ancaman serius bagi rakyat.
Selain itu, partai ini juga menekankan bahwa setiap negara harus menjunjung hukum internasional dan menjaga kedaulatan negara lain. Hal ini menjadi dasar untuk menciptakan lingkungan yang damai dan stabil di tingkat global.
Pernyataan Ary Oskandar juga menjadi pengingat bahwa kepemimpinan dunia harus bertanggung jawab atas setiap tindakan yang diambil. Jika tidak, maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh umat manusia, terutama yang tidak terlibat langsung dalam konflik.





