Inovasi Literasi di Kota Kediri
Pemerintah Kota Kediri terus berupaya membangun budaya baca yang lebih kuat, salah satunya melalui peluncuran Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) di Ngangeni.Id, Kelurahan Kaliombo. Program ini merupakan inisiatif Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) yang bertujuan untuk mendekatkan layanan perpustakaan ke masyarakat, khususnya generasi muda.
Konsep Ruang Baca yang Menarik
Robusca hadir dengan konsep ruang baca di kafe yang memberikan suasana yang santai dan nyaman bagi pengunjung. Tidak hanya menyediakan buku cetak, program ini juga dilengkapi akses buku digital agar sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan anak muda saat ini. Dengan adanya Robusca, masyarakat bisa menikmati waktu senggang sekaligus membaca buku tanpa merasa terbebani.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menganggap bahwa kehadiran ruang baca di kafe adalah langkah kreatif dalam menumbuhkan budaya literasi. Menurutnya, cafe biasanya dikenal sebagai tempat makan dan minum, tetapi dengan adanya Robusca, kafe bisa menjadi ruang diskusi, interaksi, dan literasi.
Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha
Vinanda menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam membangun ekosistem baca yang berkelanjutan. Ia berharap ruang baca di kafe tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk aktivitas literasi. Ke depan, ruang tersebut diharapkan berkembang menjadi tempat diskusi, kelas menulis, hingga bedah buku dan karya agar suasana kafe semakin produktif.
Program Transportasi Literasi Ceria (TransLiteria)
Selain Robusca, Disarpus juga menghadirkan program Transportasi Literasi Ceria (TransLiteria). Melalui program ini, peserta diajak membaca buku di atas Bus Satria sambil berkeliling Kota Kediri. Dalam perjalanan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai landmark kota sehingga literasi dapat dipadukan dengan edukasi sejarah dan pengenalan daerah.
Kepala Disarpus, Chevy Ning Suyudi, menjelaskan bahwa TransLiteria telah berjalan dan terbuka untuk masyarakat umum melalui pendaftaran pada tautan yang dibagikan. Sementara untuk kafe yang bergabung dalam Robusca, Disarpus menyediakan rak, koleksi buku, hingga sistem baca digital.
Membangun Budaya Literasi yang Berkelanjutan
Dengan adanya program seperti Robusca dan TransLiteria, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk membangun budaya literasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan memperluas akses layanan perpustakaan ke berbagai tempat publik, termasuk kafe dan transportasi umum.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi, terutama generasi muda yang cenderung lebih akrab dengan teknologi dan media digital. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi aktivitas yang terbatas di perpustakaan, tetapi juga bisa dilakukan di berbagai tempat dan situasi.
Masa Depan Literasi di Kota Kediri
Ke depan, Pemerintah Kota Kediri akan terus mengembangkan inisiatif-inisiatif yang mendorong literasi. Diharapkan, program-program seperti Robusca dan TransLiteria dapat menjadi contoh sukses dalam membangun budaya baca yang lebih baik. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kota Kediri dapat menjadi contoh dalam upaya memajukan literasi di Indonesia.





