Peran Indonesia sebagai Mediator dalam Konflik Iran dan AS-Israel
Pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menunjukkan apresiasi terhadap komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjadi mediator dalam konflik yang sedang berlangsung antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Namun, pihak Iran juga menyerukan agar pemerintah Indonesia bersikap tegas dalam mengutuk agresi yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis Israel.
Kedubes Iran menyatakan bahwa AS dan Israel memiliki riwayat panjang memusuhi Iran, termasuk melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional serta Piagam PBB. Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/3/2026), Kedubes Iran mengungkapkan bahwa serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) turut membunuh sekolah dan warga sipil yang sedang berpuasa. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pada hari yang sama, serangan AS-Israel menghancurkan sebuah sekolah di Kabupaten Minab, Iran, dan membunuh hampir 200 anak perempuan.
Perlu dicatat bahwa Kedubes Iran menekankan pentingnya sikap tegas dari para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan yang dilakukan oleh AS dan Israel. Pernyataan ini disampaikan dengan menyambut dukungan konsisten dari pemerintah dan rakyat Indonesia serta kesiapan Presiden RI untuk melakukan mediasi dalam konflik ini.
Sejarah Agresi dan Intervensi AS terhadap Iran
Sejak sebelum Revolusi Islam pada 1979, AS telah beberapa kali melakukan intervensi dan agresi terhadap Iran. Permusuhan AS terhadap Iran bukanlah hal baru, melainkan berakar dalam tujuh dekade sejarah Iran. Berikut adalah beberapa contoh agresi dan intervensi AS terhadap Iran:
- Pemberlakuan sanksi politik dan ekonomi pada hari-hari awal kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979 dengan tujuan menggagalkan revolusi yang menang atas kehendak rakyat Iran tanpa penggunaan senjata apa pun.
- Dukungan menyeluruh terhadap rezim Saddam Hussein dalam perang yang dipaksakan selama delapan tahun Irak melawan Iran (September 1980-Agustus 1988); dalam perang tersebut lebih dari 155.000 orang gugur dalam pertempuran langsung dan lebih dari 16.000 orang gugur akibat serangan rudal dan udara terhadap kota-kota.
- Penembakan pesawat penumpang Airbus di atas Teluk Persia pada Juli 1988 oleh kapal perang USS Vincennes milik Amerika Serikat yang mengakibatkan gugurnya seluruh 291 penumpang termasuk 66 anak-anak.
- Dukungan terhadap organisasi-organisasi teroris termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) dalam pembunuhan luas terhadap warga sipil, pejabat politik dan militer, serta ilmuwan nuklir Iran sejak awal dekade 1980-an hingga kini; Iran dengan 17.000 korban teror merupakan korban terbesar terorisme di dunia.
- Penciptaan terorisme dan ekstremisme dengan tujuan mengoperasionalkan proyek Islamofobia dan Iranofobia di kawasan dan dunia selama dua dekade terakhir.
- Peningkatan sanksi ekonomi terhadap Republik Islam Iran dengan dalih yang tidak berdasar sejak 2010 yang menimbulkan kesulitan ekonomi bagi rakyat Iran.
- Pembunuhan salah satu komandan senior militer Iran atas perintah langsung Presiden Trump pada Januari 2020 di Baghdad; beliau berada di Irak atas undangan pejabat militer Irak.
- Dukungan terhadap serangan rezim Zionis terhadap Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus pada April 2024.
- Dukungan terbuka terhadap serangan rezim Zionis ke pusat-pusat militer dan pertahanan Iran pada 26 Oktober 2024.
- Dukungan terhadap serangan rezim Zionis ke Iran pada 13 Juni 2025 serta pembunuhan para komandan militer senior.
- Serangan langsung Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir damai Republik Islam Iran pada 22 Juni 2025.
- Membajak protes damai sipil menjadi kerusuhan penuh kekerasan pada Januari 2026 yang menyebabkan 2.427 orang gugur (termasuk penjaga keamanan dan warga sipil) dari total 3.117 korban jiwa.
Dengan sejarah panjang agresi dan intervensi AS terhadap Iran, Kedubes Iran menuntut agar pihak Indonesia dapat memberikan dukungan yang tegas dan konsisten dalam menghadapi ancaman dari negara-negara yang terlibat dalam konflik ini.





