Kedubes Iran Kecam Serangan AS-Israel, Puji Sikap Tegas Indonesia

Aa1xiqwd 1
Aa1xiqwd 1



JAKARTA — Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada hari Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Dalam pernyataannya, Iran menuduh kedua negara melakukan agresi militer yang menargetkan lokasi-lokasi sipil, termasuk sekolah, serta melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran.

Serangan tersebut terjadi saat warga Iran sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Banyak sekolah menjadi sasaran rudal pada jam-jam awal serangan. Pernyataan resmi dari Kedubes Iran di Jakarta mengatakan, “Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil termasuk sekolah-sekolah serta menargetkan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan.”

Kedubes Iran di Jakarta juga menyatakan bahwa sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total akibat serangan tersebut. Mereka mengklaim sekitar 200 anak perempuan menjadi korban jiwa. Selain sekolah, serangan disebut juga menargetkan rumah penduduk dan fasilitas sipil lainnya.

Selain itu, serangan tersebut turut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kedubes Iran mengkritik klaim Washington dan Tel Aviv yang menyatakan serangan dilakukan untuk membantu rakyat Iran.

“Intervensi dan agresi Amerika terhadap negara-negara lain tidak menghasilkan apa pun selain kematian dan kehancuran,” tulis Kedubes Iran, seraya membandingkan dengan pengalaman Irak, Libya, dan Afghanistan.

Menyoroti Rekam Jejak Historis

Dalam bagian lain, Iran memaparkan daftar panjang tuduhan terhadap AS yang telah berlangsung sejak kudeta 19 Agustus 1953 yang menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh. Pernyataan tersebut juga menyentuh dukungan AS terhadap Irak dalam perang 1980–1988, penembakan pesawat sipil Iran Air oleh USS Vincennes pada 1988, sanksi ekonomi sejak 2010, hingga pembunuhan komandan militer senior Iran pada Januari 2020 di Baghdad.

Iran juga menuding dukungan AS terhadap berbagai serangan Israel terhadap fasilitas militer dan diplomatik Iran pada periode 2024–2025, termasuk serangan terhadap fasilitas nuklir damai Iran pada 22 Juni 2025.

Selain itu, Kedubes Iran menyebut peristiwa kerusuhan Januari 2026 sebagai pembajakan protes damai sipil yang mengakibatkan ribuan korban jiwa.

Apresiasi terhadap Indonesia

Di akhir pernyataan, Kedubes Iran di Jakarta menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap prinsip hukum internasional. Iran juga menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik yang sedang berlangsung.

Namun, Kedubes Iran menegaskan pentingnya pengambilan sikap tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk apa yang disebut sebagai agresi dan pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” demikian penegasan dalam siaran pers tersebut.

Pos terkait