Kehidupuan dan Kematian Wapres RI ke-6, Try Sutrisno
Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, meninggal dunia pada usia 90 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pukul 06.58 WIB. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat luas.
Try Sutrisno sempat dirawat sejak 16 Februari 2026. Menurut anaknya, Taufik Dwi Cahyono, kondisi ayahnya tidak disebabkan oleh penyakit khusus. “Bapak memang karena sudah usia, semua menurun umur segitu, gak ada yang spesial sakit khusus,” ujar Taufik dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Kompas TV.
Pada saat dibawa ke rumah sakit, Try Sutrisno mengalami penurunan selera makan dan kemampuan bernapas. Meski demikian, ia tidak mengalami penyakit yang luar biasa. “Susah makan, susah minum, dehidrasi, bawa ke RS,” jelas Taufik.
Kondisi Try Sutrisno sempat naik turun setelah dirawat di RSPAD. Namun, tiba-tiba pada Senin pagi, kondisinya memburuk. “Tiba-tiba tadi pagi kami dikabari, semuanya sudah drop,” kata Taufik.
Sebelum wafat, Try Sutrisno sempat menyampaikan keinginan terakhir kepada anak-anaknya. “Nanti papa kalau mau meninggal pengen di rumah aja,” ungkap Taufik. Sayangnya, keinginan itu tidak bisa dipenuhi karena sang ayah tutup usia di rumah sakit. “Cita-citanya kan begitu, tapi kita sebagai manusia kalau sakit ya dibawa ke rumah sakit.”
Selain itu, Taufik juga menyebutkan bahwa belakangan ini Try Sutrisno sering berkumpul dengan keluarga. “Gak ada yang istimewa, tapi terakhir-terakhir seneng kumpul, nanti ngunjungin anak cucu di Bandung, di apa,” tambahnya.
Jenazah Try Sutrisno disemayamkan di rumah duka, Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata setelah zuhur. Sebelum dimakamkan, jenazah akan dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Sunda Kelapa.
Try Sutrisno memiliki tujuh anak. Dua dari ketujuh anaknya meneruskan jejaknya dengan menjadi jenderal. Mereka adalah Kunto Arief Wibowo dan Firman Santyabudi. Firman Santyabudi pernah berkarir di Polri dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Korps Lalu Lintas. Pangkat terakhir Firman sebelum pensiun dari Polri yakni Irjen. Setelah pensiun, ia diangkat jadi Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE Holding BUMN MIND ID melalui RUPST pada 10 Juni 2025.
Dikutip dari berbagai sumber, pada 5 Februari 1961, Try Sutrisno mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Tuti Sutiawati, seorang guru kelahiran Bandung. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tujuh orang anak. Mereka adalah Nora Tristyana, Taufik Dwi Cahyono, Firman Santyabudi, Nori Chandrawati, Isfan Fajar Satrio, Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari.
Salah satu menantunya adalah Ryamizard Ryacudu yang menikah dengan Nora Tristyana. Dengan kepergian Try Sutrisno, keluarga dan masyarakat merasa kehilangan sosok penting dalam sejarah bangsa.





