Kekayaan Amizaro Waruwu, Bupati Nias Utara yang Mengeluh Kesulitan Keuangan

Amizaro Waruwu Bupati Nias Utara 2025 2030 1
Amizaro Waruwu Bupati Nias Utara 2025 2030 1

Peran dan Kondisi Bupati Nias Utara yang Viral

Amizaro Waruwu, Bupati Nias Utara, kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataannya yang viral di media sosial. Dalam sebuah forum resmi, ia menyampaikan keluhan tentang kondisi daerah yang dipimpinnya, dengan mengaku “capek miskin”. Pernyataan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk soal laporan kekayaannya sebagai kepala daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Amizaro dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 2026 yang berlangsung di Jakarta. Acara ini dihadiri sejumlah pejabat pusat, seperti Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama perwakilan kementerian dan lembaga lainnya.

Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDT, Samsul Widodo, mengungkapkan bahwa masih terdapat 30 kabupaten berstatus daerah tertinggal di Indonesia. Salah satu wilayah yang termasuk dalam kategori tersebut adalah Kabupaten Nias Utara di Sumatera Utara, sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029 berdasarkan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Desa.

Keluhan dan Permintaan Bupati Nias Utara

Saat mendapat kesempatan berbicara, Amizaro memaparkan kondisi Nias Utara sekaligus mewakili daerah tertinggal lainnya. Ia menyebut telah ditunjuk sebagai koordinator daerah tertinggal dalam forum tersebut dan menilai daerah 3T masih kurang mendapatkan perhatian program pemerintah pusat.

“Kami mohon nanti bagaimana mendapat satu rekomendasi, sekiranya di Kementerian/Lembaga, memberi satu ruang dalam posisi program-program terhadap daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ini,” ungkap Amizaro.

Ia juga menyampaikan keluhan bahwa berbagai kementerian dan lembaga dinilai belum memberikan porsi yang memadai bagi daerah tertinggal. “Tadi, kami sedikit berbicara dengan kawan-kawan kepala daerah, kami sudah keliling, tapi sesungguhnya, mohon maaf Kementerian/Lembaga, saya berkata apa adanya, hampir tidak ada nilai kami daerah 3T ini dalam program Bapak dan Ibu. Benar kawan-kawan?” lanjutnya, yang kemudian diamini peserta forum.

Amizaro menegaskan perlunya keberpihakan nyata melalui kebijakan afirmatif seperti skema pembiayaan khusus dan program prioritas daerah tertinggal. Ia mengingatkan bahwa dasar hukum afirmasi sebenarnya telah ada dan perlu diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret.

“Ini yang kami tagih, keberpihakan kepada kami. Kalau di Papua itu ada yang namanya otsus, di Aceh juga ada otsus. Kami daerah yang tertinggal apa? Maka tolong untuk kami diberikan perhatian,” ujarnya.

Pernyataan Emosional yang Viral

Di bagian akhir sambutannya, Amizaro menyampaikan pernyataan emosional yang kemudian viral di media sosial. Ia bahkan sempat bersujud di samping podium.

“Sehingga terima kasih semuanya. Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami,” ujar Amizaro.

Ia juga membandingkan kondisi daerah tertinggal dengan wilayah yang lebih maju, terutama di Pulau Jawa. “Kemerdekaan Indonesia 80 tahun, sesungguhnya tidak akan berbicara masalah listrik. Jengkol (daerah) kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik,” katanya.

Menurutnya, kesenjangan pembangunan terlihat jelas ketika daerah maju membahas teknologi modern, sementara wilayah tertinggal masih bergulat dengan kebutuhan dasar.

“Kalau jengkol kepala daerah yang ada di Jawa ini (berbicara) bagaimana pengembangan AI (Artificial Intelligence), mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, masih berbicara mengenai listrik, internet. Inilah beda kami, Pak,” lanjutnya.

Amizaro kembali menegaskan kelelahan yang dirasakan dirinya dan para kepala daerah dari wilayah tertinggal.

“Sehingga kami, Pak, mohon. Ya. Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” ujarnya sebelum bersujud.

Rekam Jejak Bupati Nias Utara

Dikutip dari portal.niasutarakab.go.id, Amizaro Waruwu lahir di Fadoro, Nias Utara, pada 23 Maret 1976. Perjalanan akademisnya dimulai dari tanah kelahiran, menamatkan pendidikan di SD Negeri 071143 Afulu (1990), SMP Negeri Afulu (1993), dan SMU Negeri 1 Lahewa (1997).

Ia kemudian meraih gelar Sarjana (S1) dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Gunungsitoli pada 2003.

Karier Politik dan Laporan Harta Kekayaan

Karier politik Amizaro bermula saat bergabung dengan Partai Pelopor. Ketekunannya membawanya duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Nias Utara selama dua periode (2009–2014 dan 2014–2019). Setelah berlabuh ke Partai Amanat Nasional (PAN), ia sempat mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW) periode 2019–2020.

Mengutip e-lhkpn, Amizaro terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 26 Maret 2025 untuk periodik 2024. Dari data itu, ia diketahui memiliki harta kekayaannya Rp. 1.661.374.199 tanpa utang, berikut rinciannya:

  • II. DATA HARTA
  • A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 1.225.000.000
      1. Tanah Seluas 500 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
      1. Tanah Seluas 60.000 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, Rp. 150.000.000
      1. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA GUNUNG SITOLI, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000
      1. Tanah Seluas 300 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000
      1. Tanah Seluas 398 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 80.000.000
      1. Tanah Seluas 450 m2 di KAB / KOTA KOTA GUNUNG SITOLI, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000
      1. Tanah Seluas 12.000 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
  • B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 155.000.000
      1. MOBIL, DAIHATSHU 3100RS EMQF3 Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 155.000.000
  • C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. —-
  • D. SURAT BERHARGA Rp. —-
  • E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 281.374.199
  • F. HARTA LAINNYA Rp. —-
  • Sub Total Rp. 1.661.374.199
  • III. HUTANG Rp. —-
  • IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 1.661.374.199

Pos terkait