Kekerasan ART di Sunter Terekam CCTV, Akhirnya Damai

Kasus Kekerasan pada Asisten Rumah Tangga di Sunter: Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Sebuah kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang berinisial SY (57) telah menarik perhatian publik setelah video kekerasan yang dialaminya viral di media sosial. Insiden ini terjadi di kawasan Sunter, Tanjung Priok, dan melibatkan seluruh anggota keluarga majikan korban.

Kasus ini bermula dari kesalahpahaman komunikasi antara SY dan HW (42), sang majikan yang menjadi terduga pelaku. Saat perayaan Imlek, SY diduga mengotori area tempat ibadah di dalam rumah tersebut, yang akhirnya memicu emosi HW dan anggota keluarganya. Akibatnya, SY menerima pukulan dan tendangan di bagian punggung dari beberapa anggota keluarga.

Meski rekaman kekerasan tersebut tersebar luas, SY memilih untuk tidak melapor ke polisi. Alasan utama adalah karena ia masih bekerja di rumah HW. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat kondisi korban yang jelas-jelas mengalami trauma.

Penjelasan dari Pihak Kepolisian

Iptu Maryati Jonggi, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Utara, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah memanggil kedua belah pihak untuk memberikan penjelasan. Menurutnya, baik korban maupun terlapor sudah diklarifikasi oleh penyidik.

“Sebenarnya korban tidak mau membuat laporan karena sampai dengan saat ini pun korban masih bekerja di rumah pelaku,” ujar Jonggi.

Insiden pemukulan tersebut diketahui terjadi pada Februari 2023. Meskipun telah terjadi, kasus ini baru menarik perhatian setelah video kekerasan yang menunjukkan tindakan brutal dari keluarga HW beredar di media sosial.

Video Kekerasan yang Menghebohkan

Video yang diunggah oleh akun Instagram @jakutinfo_id menampilkan rangkaian kekerasan fisik terhadap SY. Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa rentannya posisi SY saat menghadapi amukan satu keluarga.

Potongan video pertama menunjukkan seorang individu berbaju putih yang menonjok kepala korban dan menjambak rambutnya. Tak berhenti di situ, orang lain berbaju kuning juga terlihat menampar wajah SY.

Kekerasan terus berlanjut pada potongan video berikutnya. Seorang pria bertato di bagian betis tampak melayangkan dua kali tendangan ke arah punggung bawah korban. Di bagian akhir video, terlihat SY dipukul menggunakan sandal hingga terjatuh sebelum akhirnya kembali ditendang.

Proses Hukum yang Masih Berlangsung

Meski kesepakatan damai telah tercapai di antara kedua pihak, aparat kepolisian tidak serta merta menutup mata. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berjalan di bawah penanganan Unit PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Utara.

Pihak kepolisian masih menunggu evaluasi psikologis terhadap korban. “Perkembangan selanjutnya menunggu hasil konseling dari P3A. Untuk kasusnya sendiri sedang ditangani oleh penyidik PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Utara,” tutup Jonggi.






Pos terkait