Kelakuan Betrand Peto Saat Membangunkan Ruben Onsu untuk Sahur
Betrand Peto, penyanyi yang juga menjadi anggota keluarga Ruben Onsu, kembali membuat heboh netizen dengan cara uniknya dalam membangunkan sang ayah saat sahur. Aksi yang dilakukan oleh pria yang akrab disapa Onyo ini tidak hanya menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, tetapi juga menjadi topik pembicaraan di media sosial.
Salah satu hal yang membuat netizen terkesan adalah betapa kreatif dan lucunya cara Betrand Peto membangunkan Ruben Onsu. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan menggunakan berbagai kostum seperti Spiderman, ayam, atau bahkan berdandan ala maling. Aksi-aksi tersebut sering direkam oleh Ruben Onsu sendiri dan diunggah ke media sosial. Netizen pun ramai memberikan komentar positif atas inisiatif Betrand Peto yang membawa suasana ceria di pagi hari.
Betrand Peto mengungkapkan bahwa ide-ide kreatifnya berasal dari warganet. Awalnya, ia hanya membangunkan Ruben Onsu dengan teriakan biasa, tetapi merasa kurang spesial. Setelah melihat saran dari netizen, ia akhirnya memutuskan untuk menciptakan karakter-karakter yang lebih lucu dan menarik perhatian.
“Awalnya aku cuma teriak ‘sahur Ayah, sahur’, tapi nggak ada karakter yang spesial,” kata Betrand Peto ketika ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026) malam.
“Terus buka sosmed ada yang bilang, ‘Nyo ayolah ngelakuin sesuatu kek yang mungkin lebih lucu’. Makanya aku bikinlah karakter maling itu,” tambahnya.
Betrand Peto juga menyatakan niatnya untuk terus membangunkan Ruben Onsu selama 30 hari penuh. Ia berencana menggunakan berbagai kostum yang akan digunakan setiap harinya. Meskipun jumlah karakter yang bisa digunakan terbatas, ia tetap berusaha mencari ide-ide baru agar tidak monoton.
“Tapi kan nggak mungkin 30 karakter kan, jadi mungkin kita bisa cari yang lain kek, atau mungkin kita jadi pocong buat bangunin Ayah sahur,” ucapnya.
“Kan setan diikat kalau lagi sahur bulan puasa, ya Sudah setannya lepas satu bisa kan,” tambahnya.
Onyo mengaku sangat antusias dengan rutinitas ini. Ia menilai bahwa membangunkan orang untuk sahur memiliki makna penting, terutama dalam konteks agama dan kebersamaan. Ia juga merasa senang karena Ruben Onsu tidak terganggu oleh keberisikannya.
“Ya kan dapat pahala kalau misalkan bangunin orang sahur kan, gitu. Jadi habis itu aku bangunin Ayah sahur, dan juga Ayahnya juga happy, Ayahnya juga nggak terganggu dengan keberisikanku, jadi yaudah lanjut terus,” jelasnya.
“Habis itu kami sahur sama-sama. Senang sih rutinitas ini,” sambungnya.
Tidak hanya itu, Betrand Peto juga mengungkapkan bahwa ia memiliki budget khusus untuk membeli kostum-kostum yang digunakannya. Meski begitu, ia tidak menganggap biaya sebagai penghalang dalam melakukan hal baik.
“Budget khusus ada, tapi ya melakukan hal baik gausah dipikirkan jadinya,” ujar Betrand Peto.
Kehidupan Ruben Onsu Pasca Menjadi Mualaf
Di sisi lain, Ruben Onsu juga mengungkapkan bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai seorang mualaf. Ia mengungkapkan caranya istikamah dalam menjalankan ajaran agama Islam yang baru saja ia jalani.
Dalam sebuah podcast YouTube Comic8, Ruben Onsu menjelaskan bahwa lingkungan sekitarnya memainkan peran penting dalam menjaga keistiqamahan dirinya. Ia mengatakan bahwa sebelum menjadi mualaf, ia tidak memiliki lingkungan yang mendukungnya dalam menjalani kehidupan beragama.
“Gue gak bilang di keyakinan gue dulu salah, tapi gue tidak punya lingkungan yang mengarahkan gue ke jalannya dan terus gue tidak punya lingkungan yang di mana semuanya itu ya hanya datang pada saat ada maunya aja enggak pernah ngasih dampaknya nanti gini coba dipikirin baik-baik gue tidak punya lingkungan itu,” ungkap Ruben Onsu dikutip dari postingan YouTube C8 Podcast, Sabtu (28/2/2026).
Ivan Gunawan, sahabat dekat Ruben Onsu, merasa bahwa kini Ruben lebih bisa mengontrol diri. Ia menilai bahwa Ruben kini lebih tenang dan mampu menjalani ibadah dengan lebih baik.
“Jadi kalo dulu lo capek nangis ya
Kalau sekarang tuh capek ya istigfar jadi tenang tenangnya tuh beda ya
Capek lo bisa shalat
Capek lo bisa nangis sama Allah,” sambung Ivan Gunawan.





