Keluar Rapat Matarumah Parentah Negeri Soya, Reno Rehatta: Jangan Manipulasi Adat dan Aturan

1722292878 1
1722292878 1

Polemik Rapat Matarumah Parentah Negeri Soya

Polemik yang terjadi dalam rapat Matarumah Parentah Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, semakin memanas setelah Rudolf Mezac Reno Rehatta memilih untuk keluar dari ruangan. Hal ini terjadi karena ia merasa mekanisme pelaksanaan rapat tidak sesuai dengan aturan adat dan peraturan daerah.

Reno menolak rapat tersebut karena undangan yang diterima dinilai tidak melibatkan seluruh unsur matarumah parentah sesuai dengan amar putusan inkrah. Selain itu, ia juga mempertanyakan beredarnya dua surat undangan yang berbeda meskipun memiliki agenda yang sama.

Interupsi Sejak Awal Rapat

Rapat dibuka dengan doa oleh pendeta, namun sebelum masuk ke agenda inti, Reno langsung mengajukan interupsi. Ia menjelaskan bahwa undangan yang diterima berkepala surat rapat anak-anak Matarumah Parentah Rehatta. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar unsur mata rumah tidak diundang.

“Saya tanya ke meja pimpinan, kenapa sebagian besar anak-anak mata rumah tidak diundang? Ini undangan rapat anak-anak mata rumah parentah, tapi yang hadir hanya beberapa orang,” tegas Reno saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Ia mengingatkan bahwa dalam amar putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah), terdapat sekitar 40 lebih nama yang tercantum sebagai bagian dari matarumah parentah. “Anak-anak mata rumah ini banyak, bukan segelintir orang. Dalam amar putusan itu ada 40 lebih nama. Jangan omong sembarang,” ujarnya.

Karena merasa rapat tidak memenuhi prinsip keterlibatan seluruh unsur yang sah, Reno menyatakan menolak rapat tersebut dan memilih meninggalkan ruangan.

Tolak Rapat, Siapkan Berita Acara Penegasan

Reno menegaskan bahwa rapat adat tidak boleh direkayasa atau dijalankan tanpa memenuhi ketentuan hukum dan adat. “Ini bicara adat. Kita harus bicara adat dengan benar, jangan direkayasa. Karena itu saya tolak rapat ini. Tidak semua mata rumah diundang,” katanya.

Ia bahkan mengarahkan agar rapat ditangguhkan terlebih dahulu dan seluruh anak-anak mata rumah diundang sesuai amar putusan. Sebagai penanggung jawab, Reno menyatakan akan membuat berita acara penegasan penolakan rapat, sekaligus mempertanyakan tujuan dan maksud beredarnya dua surat berbeda.

“Saya akan bikin penegasan kepada karateker (Penjabat Negeri). Karena karateker punya tanggung jawab,” tegasnya.

Sikap Penjabat Negeri Soya: Tidak Intervensi

Terpisah, Penjabat Negeri Soya, Sandi Soplanit, menyatakan dirinya tidak melakukan intervensi terhadap proses internal mata rumah parentah. “Saya sebagai Pj dalam hal ini pemerintah Kota Ambon tidak bisa intervensi. Itu bagian dari tahapan. Setelah mereka rapat, lalu ke Saniri, baru menyampaikan hasilnya kepada saya,” jelasnya.

Terkait surat undangan, ia menegaskan tidak turut hadir dalam rapat tersebut. “Suratnya saya cuma tanda tangan untuk mengetahui saja. Tapi saya tidak ikut rapat tersebut,” ujarnya.

Menurut Sandi, proses Raja definitif cepat atau lambat akan kembali ke ranah matarumah parentah. “Sebagai Pj saya berdiri di tengah sesuai peraturan saja,” tegasnya.

Ada Apa di Balik Dua Surat?

Polemik ini menimbulkan pertanyaan besar di internal keluarga besar mata rumah Rehatta maupun masyarakat Negeri Soya. Di satu sisi, terdapat putusan pengadilan yang telah inkrah dan menjadi dasar hukum. Di sisi lain, muncul perbedaan dokumen undangan yang memicu kecurigaan dan penolakan.

Reno menegaskan bahwa rapat adat tidak boleh dilaksanakan tanpa kepastian legalitas dan tanpa melibatkan seluruh unsur yang sah. “Undang semua dulu sesuai mekanisme adat dan aturan. Baru kita bicara rapat,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penanggung jawab undangan terkait perbedaan dua surat tersebut. Polemik rapat Matarumah Parentah Negeri Soya pun masih menyisakan tanda tanya.

Apakah ini sekadar miskomunikasi administratif, atau ada dinamika yang lebih dalam di balik proses penentuan arah pemerintahan adat di Negeri Soya?


Pos terkait