Keluarga Tolak Tuduhan Rumah Korban Penusukan di Bekasi Dicuri

Aa1uhwqs 1
Aa1uhwqs 1



Keluarga Ermanto Usman, pria yang ditemukan tewas di kamar rumahnya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, menolak klaim polisi bahwa kematian korban hanya terkait aksi perampokan. Mereka mengungkapkan kecurigaan bahwa ada skenario lebih besar di balik kasus ini.

Dalsaf Usman, kakak kandung korban, menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda pencurian di rumah adiknya. “Enggak ada barang yang hilang,” ujar Dalsaf saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati pada Senin, 2 Februari 2026. Selain itu, keluarga juga menyebut bahwa tidak ada bekas kerusakan di rumah korban. Pagar, pintu masuk, hingga pintu belakang masih dalam kondisi terkunci. Begitu juga dengan plafon kamar yang tidak ada tanda bekas dijebol.

Kondisi rumah yang terkunci rapat tersebut sempat menghambat proses evakuasi korban. Evakuasi baru dapat dilakukan setelah keluarga dan warga sekitar memecahkan jendela kamar korban yang mengarah ke luar.

Dalsaf mengaku curiga ada skenario lebih besar di balik kematian adik kandungnya. Dia menduga kasus ini merupakan pembunuhan berencana. “Apalagi kalau dikaitkan dengan almarhum ini sebagai aktivis,” ucap Dalsaf kepada Tempo. Menurut Dalsaf, adiknya belakangan ini sedang gencar membongkar kasus dugaan korupsi di sektor pelabuhan. Ermanto, kata Dalsaf, merupakan mantan anggota serikat pekerja di perusahaan peti kemas PT Jakarta International Container Terminal (JITC). “Jadi kami minta polisi juga mendalami itu,” kata Dalsaf.

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JITC, Mokhamad Firmansyah Sukardiman mengatakan, almarhum Ermanto merupakan mantan aktivis serikat pekerja JITC. “Ketika masih bekerja dia aktif sebagai anggota dan pengurus, setelah itu sempat jadi penasehat juga,” ujar Firman pada Senin, 2 Maret 2026.

Ermanto Usman ditemukan tewas di kamar rumahnya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Insiden itu terjadi pada Senin pagi, 2 Maret 2026 sekitar pukul 05.15 WIB. Dia menjadi korban penusukan dengan istrinya yang juga masih dalam kondisi kritis.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Andi Muhammad Iqbal mengklaim, almarhum merupakan korban perampokan. “Barang yang hilang untuk saat ini gelang emas, masih kami data, kunci mobil. Hasil lain masih kami dalam pendataan,” kata Andi. Menurut Andi, sempat terdengar suara rintihan dari dalam kamar korban. Polisi menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Mereka diduga melarikan diri dengan memanjat tembok rumah dan kabur melalui lahan kosong yang berada di depan rumah korban.

Polres Metro Bekasi Kota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut. “Masih dalam lidik ya. Kami belum bisa menyimpulkan saat ini, masih dalam proses penyelidikan,” tutur Andi.



Adi Warsono ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pos terkait