Kemampuan Menulis Bahasa Mandarin di Gracia Fei Xiang School Surabaya

1710058496 1
1710058496 1

Kompetisi Menulis Dikte Bahasa Mandarin di Surabaya

Gracia Fei Xiang School di Surabaya kembali menggelar Chinese Vocabulary Dictation Contest (CVDC) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Acara ini menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian banyak siswa dan orang tua, karena menawarkan tantangan unik dalam menguasai bahasa Mandarin.

Bahasa Mandarin tidak hanya menjadi pelajaran biasa di sekolah tersebut, tetapi juga menjadi bahasa percakapan sehari-hari selain Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Hal ini menjadikan penggunaan bahasa Mandarin sebagai bagian dari lingkungan belajar yang alami bagi siswa.

Dewi Sintowati, Kepala Sekolah SD dan SMP Gracia Fei Xiang School, menjelaskan bahwa CVDC ini merupakan acara pertama kali yang digelar di Surabaya. Namun, ini bukan pertama kalinya sekolah ini menyelenggarakan acara serupa. “Ini adalah yang ketiga kalinya kami menggelar CVDC,” katanya.

Tujuan dan Manfaat CVDC

Tujuan utama dari CVDC adalah untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis dikte bahasa Mandarin. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan bahasa Mandarin. Dewi menekankan bahwa siswa-siswa di sekolah ini wajib menggunakan tiga bahasa dalam aktivitas sehari-hari, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Indonesia.

Acara ini diikuti oleh berbagai sekolah, tidak hanya siswa dari Gracia Fei Xiang School sendiri. Pada gelaran tahun ini, terdapat 214 peserta yang ikut serta. Teknisnya, juri mengambil kata-kata dalam bahasa Mandarin dan membacakan kepada peserta.

Awang Bagus Pambudhi, koordinator acara CVDC, menjelaskan bahwa lomba dibagi ke dalam empat kategori berdasarkan tingkat kelas peserta. Kategori A untuk kelas 1 dan 2 SD, Kategori B untuk kelas 3 dan 4, Kategori C untuk kelas 5 dan 6, serta Kategori D untuk siswa SMP kelas 1, 2, dan 3.

Peserta dan Orang Tua Berpandangan Positif

Salah satu peserta, Indiana, siswa kelas 6 SD Gracia Fei Xiang School, sangat antusias mengikuti CVDC ini. Ia telah mempersiapkan diri dengan latihan berbicara dan menulis. Ia juga memperagakan kemampuannya dalam berbicara bahasa Mandarin. Tak heran, ia pernah masuk finalis pada kontes CVDC sebelumnya.

Adella, orang tua dari salah satu peserta, menyampaikan bahwa bahasa Mandarin saat ini harus dipertimbangkan sebagai bekal masa depan. “Bahasa Mandarin sudah menjadi bahasa internasional, dan agar kita tidak ketinggalan dengan negara lain,” ujarnya.

Dukungan dari Fakultas Bahasa dan Seni Unesa

Gelaran CVDC ini juga mendapatkan dukungan dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Beberapa perwakilan dari Unesa hadir langsung untuk menyaksikan acara ini. Bahkan, melalui Confucius Institute Unesa, dua anggota dewan juri disiapkan untuk acara ini.

Komentar dari Juri

Juri-juri yang terlibat dalam acara ini berasal dari native speaker, baik dari China maupun Taiwan, dan sudah memiliki sertifikat resmi. Mereka dianggap mampu memberikan penilaian yang objektif dan profesional.

Kesimpulan

Melalui kompetisi seperti CVDC, anak-anak akan lebih terbiasa dan mahir dalam menguasai bahasa Mandarin. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga memperluas wawasan mereka tentang budaya dan bahasa yang semakin penting di era globalisasi.

Pos terkait