Kemarahan Putin: AS-Israel Langgar Hukum Internasional

Australia Israel Palestinians 1 1
Australia Israel Palestinians 1 1

Reaksi Keras Presiden Rusia terhadap Kematian Pemimpin Iran

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menunjukkan reaksi yang sangat keras terhadap kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Dalam pernyataan resminya yang dirilis oleh kantor berita TASS, Putin mengkritik tindakan yang dianggapnya sebagai pembunuhan sinis terhadap tokoh penting tersebut.

Pembunuhan Sinis yang Melampaui Batas Hukum Internasional

Putin menyebut tindakan tersebut sebagai “pembunuhan sinis” yang melanggar norma hukum internasional dan etika kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan tetapi juga merusak prinsip dasar hubungan antarnegara. Dalam pernyataannya, Putin menekankan bahwa Khamenei akan dikenang di Rusia sebagai seorang negarawan yang luar biasa.

Pernyataan keras ini memperkuat posisi Rusia sebagai sekutu strategis Iran. Hubungan kedua negara semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kerja sama pertahanan di tengah konflik Rusia dengan Ukraina. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran, menyebutnya sebagai “langkah sembrono” dan “tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi.”

Eskalasi Ketegangan Geopolitik

Eskalasi ini dinilai berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global. Dukungan militer Iran kepada Rusia, termasuk suplai drone dan rudal balistik serta pembangunan fasilitas manufaktur drone, menjadi faktor penting dalam dinamika aliansi kedua negara. Dengan pernyataan terbuka ini, Kremlin memperlihatkan sikap konfrontatif terhadap blok Barat dan mempertegas garis politiknya di tengah meningkatnya ketegangan global.

Serangan Udara yang Menghancurkan Struktur Kepemimpinan Iran

Seperti diketahui, Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas akibat serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Khamenei tewas bersama putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-lakinya. Operasi yang diberi sandi “Epic Fury” oleh Pentagon dan “Raungan Singa” oleh militer Israel ini tidak hanya menargetkan infrastruktur militer tetapi juga meruntuhkan struktur kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran hingga dengan menewaskan sejumlah jenderal dan pejabat tinggi Iran.

Laporan media pemerintah Iran, Tasnim, memberikan rincian yang mengerikan: serangan tersebut menyapu bersih lingkaran dalam Khamenei. Tidak hanya sang pemimpin tertinggi, putri, cucu, hingga menantu laki-laki dan perempuannya turut tewas dalam gempuran tersebut.

Di barisan militer, kehilangan Iran hampir tidak terukur. Tokoh-tokoh kunci yang terkonfirmasi tewas meliputi:

  • Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran.
  • Aziz Nasirzadeh: Menteri Pertahanan Iran.
  • Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
  • Ali Shamkhani: Penasihat utama pertahanan dan mantan sekretaris keamanan.

Tanggapan Iran yang Sangat Kuat

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan di platform X bahwa “Tiran Khamenei telah dieliminasi” dalam apa yang ia sebut sebagai serangan pembuka untuk menghancurkan “poros kejahatan.” Iran tidak tinggal diam. Sejak Minggu pagi (1/3/2026), IRGC meluncurkan “Gelombang Keenam” serangan rudal balistik dan ribuan drone ke berbagai titik di kawasan.

Suasana Ramadan yang syahdu berubah mencekam saat ledakan dan sirene serangan udara terdengar bersahutan dengan suara azan di kota-kota besar. Dampak serangan balasan ini dilaporkan sangat luas:

  • Dubai: Puing-puing rudal yang dicegat menyebabkan kebakaran hebat di pelabuhan Jebel Ali. Asap hitam tebal menyelimuti cakrawala Business Bay.
  • Qatar & Bahrain: Ledakan keras mengguncang Doha dan Manama, menyebabkan belasan orang terluka dan kerusakan material di sekitar area komersial.
  • Irak: Bandara Erbil dilaporkan mengalami kebakaran hebat akibat serangan rudal.

Ali Larijani, tokoh senior Iran, bersumpah akan “menikam Amerika di jantungnya” dan menegaskan pembalasan akan jauh lebih kuat. Larijani memastikan struktur kepemimpinan sementara tengah dibentuk untuk mengisi kekosongan kekuasaan.

Pos terkait