Jamaah Umrah dari Kabupaten Tasikmalaya Berangkat Lancar Meski Ada Konflik di Timur Tengah
Sebanyak 30 warga Kabupaten Tasikmalaya tengah melaksanakan ibadah umrah di tengah situasi geopolitik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Meskipun kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, seluruh jamaah umrah tersebut tetap berangkat dengan lancar tanpa ada penundaan atau hambatan.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh, semua jamaah menggunakan penerbangan langsung ke Mekkah sehingga tidak mengalami gangguan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama keberhasilan perjalanan tanpa adanya kendala.
- Keberangkatan jamaah umrah dilakukan melalui penerbangan langsung.
- Tidak ada jamaah yang tertahan atau mengalami keterlambatan.
- Pihak kantor Kemenhaj terus memantau perkembangan situasi.
Iin menjelaskan bahwa jumlah jamaah umrah yang berangkat dari Kabupaten Tasikmalaya cukup banyak. Dari total 30 orang, sebanyak 12 orang berasal dari travel lokal, sedangkan sisanya berasal dari dua travel besar yaitu El Foswa dan Smart.
“Kebetulan yang di Kabupaten Tasikmalaya ada 12 orang dan 18 orang berasal dari dua travel El Foswa, dan Smart,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan tentang penundaan keberangkatan. Semua jamaah telah berangkat dengan lancar dan tidak ada perubahan jadwal.
“Perjalanan tidak ada yang tertahan dan tertunda. Biasanya yang bermasalah itu transit dari abu Dhabi dan Dubai serta Kuwait,” tambahnya.
Iin menyatakan bahwa untuk minggu ini tidak ada laporan keberangkatan jamaah umrah karena sebagian besar sudah berangkat pada minggu sebelumnya. Namun, rencana keberangkatan pada tanggal 25 Maret masih dalam proses pemantauan.
“Kalau Minggu sekarang kayanya ga ada, ada juga tanggal 25 Maret. Dan kita hubungi juga aman semua yang berangkat dan tak ada perubahan jadwal,” katanya.
Selain itu, pihak Kemenhaj daerah juga menerima imbauan dari Wakil Menteri Haji terkait kondisi di Timur Tengah, khususnya untuk jadwal umrah di bulan Ramadan. Meskipun belum ada surat resmi, informasi tersebut disampaikan melalui website resmi.
“Kita sudah menerima himbauan dari Wamen Haji terkait kondisi di timur tengah untuk jadwal umrah di bulan ramadan ini. Himbauan dari Wamen Haji sudah ada tapi belum berbentuk surat, hanya melalui website,” tambah Iin.
Upaya Koordinasi dengan Travel dan Pemberian Surat
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan jamaah umrah, pihak Kemenhaj daerah melakukan koordinasi dengan masing-masing travel. Selain itu, mereka juga memberikan surat langsung dari Kanwil Jabar sebagai bentuk pengawasan dan perlindungan bagi jamaah.
“Kalau kita yang pertama melakukan koordinasi kepada travel di Tasik dan bulan ini yang mau berangkat, langkah kedua memberikan surat tapi menunggu surat kanwil juga,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jamaah umrah dari Kabupaten Tasikmalaya dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenang dan lancar meski situasi di wilayah Timur Tengah sedang memanas.





