Kemenhaj Minta Tunda Keberangkatan Umrah, 9.400 Jemaah Jatim di Tanah Suci

Sejumlah Calon Jemaah Umrah Yang Gagal Berangkat Saat Melapor Ke Kantor Polisi 1 169 1
Sejumlah Calon Jemaah Umrah Yang Gagal Berangkat Saat Melapor Ke Kantor Polisi 1 169 1

Kemenhaj dan Kemenlu Minta Penundaan Keberangkatan Jamaah Umrah ke Timur Tengah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) resmi mengimbau semua calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan mereka ke kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan terhadap risiko keselamatan yang muncul akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur sudah berada di Arab Saudi. Mereka sedang menjalani ibadah umrah pada momen Ramadhan. Kondisi ini membuat pemerintah Indonesia memprioritaskan keselamatan dan kepulangan para jemaah tersebut.

Pemerintah juga mengimbau kepada seluruh jemaah umrah yang masih dalam proses perencanaan agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), maskapai penerbangan, Konjen RI di Jeddah, KBRI Riyadh, dan otoritas terkait lainnya.

Pemanggilan Jamaah Umrah yang Sudah Berada di Arab Saudi

Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim Asadul Anam menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta seluruh PPIU untuk mempertimbangkan risiko keselamatan jemaah secara matang. Ia menegaskan bahwa keputusan pusat Kemenhaj untuk menunda keberangkatan jemaah umrah akan dilanjutkan hingga mencapai para jemaah melalui PPIU di Jatim.

Anam juga menekankan bahwa saat ini, kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah sangat tidak stabil. Hal ini bisa berdampak pada keselamatan jemaah umrah, termasuk mereka yang sudah lebih dulu tiba di Arab Saudi.

Jamaah Umrah Memilih Bulan Ramadhan untuk Berangkat

Momen Ramadhan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh banyak jemaah umrah. Banyak dari mereka memilih bulan suci ini sebagai kesempatan untuk melakukan ibadah umrah. Namun, situasi saat ini memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan dan kelancaran perjalanan mereka.

Pemerintah Indonesia menilai bahwa potensi risiko keamanan harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, penundaan keberangkatan dianggap sebagai langkah yang wajib diambil.

Nasib 9.400 Jemaah Umrah Asal Jatim

Saat ini, sekitar 9.400 jemaah umrah dari Jatim sedang berada di Arab Saudi. Mereka merupakan jemaah yang sudah lebih dulu tiba di sana untuk menjalani ibadah umrah. Kondisi ini membuat pemerintah memperhatikan dengan serius nasib kepulangan mereka.

Anam mengungkapkan bahwa keberadaan jemaah tersebut di kawasan yang sedang mengalami ketidakstabilan politik dan militer sangat berisiko. Oleh karena itu, pemerintah berharap seluruh jemaah umrah dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi aman dan selamat.

Imbauan untuk Tetap Tenang dan Mengikuti Arahan

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Untuk itu, jemaah yang sedang berada di Arab Saudi diminta untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak-pihak terkait seperti maskapai, PPIU, Konjen RI di Jeddah, KBRI Riyadh, dan otoritas setempat.

Anam berharap bahwa semua jemaah umrah yang sedang berada di luar negeri dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. Ia juga meminta kepada seluruh pihak terkait untuk terus memberikan dukungan dan perlindungan kepada jemaah umrah.


Pos terkait