.CO.ID, MANADO –
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum) Sulawesi Utara sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk meningkatkan pelayanan hukum bagi mahasiswa. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka mendukung mahasiswa dalam pendaftaran usaha perorangan atau UMKM menjadi Perseroan Terbatas (PT) Perorangan.
Hendrik Pagiling, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulut, menyatakan bahwa sinergi ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum terhadap kegiatan usaha mahasiswa sejak dini. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Apri Listiyanto serta Kepala Divisi Pelayanan Hukum Marsono.
Salah satu bidang yang akan menjadi fokus kerja sama ini adalah pelayanan hukum di bidang Kekayaan Intelektual, seperti pendaftaran hak cipta dan hak merek. Kemenkum Sulut mendorong mahasiswa yang memiliki karya ilmiah, karya tulis, maupun produk inovatif lainnya untuk memperoleh perlindungan hukum melalui mekanisme pendaftaran yang disediakan oleh pemerintah.
Rektor Unsrat Manado, Oktovian Berty Alexander Sompie, menambahkan bahwa kerja sama ini dapat menjadi solusi strategis dalam melindungi karya ilmiah dan karya tulis mahasiswa. Dengan didaftarkannya hak cipta, karya mahasiswa akan memiliki perlindungan hukum yang jelas dan dapat meningkatkan nilai tambah serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor juga berharap agar kerja sama ini dapat memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara Kanwil Kemenkum Sulut dan Unsrat dalam memperluas akses pelayanan hukum bagi civitas akademika. “Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan kewirausahaan dan perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.
Tujuan Kerja Sama
Kerja sama antara Kemenkum Sulut dan Unsrat Manado memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya perlindungan hukum terhadap karya mereka.
Memberikan akses mudah bagi mahasiswa dalam melakukan pendaftaran hak cipta dan hak merek.
* Mendukung pengembangan kewirausahaan melalui pelatihan dan bimbingan hukum.
Fasilitas yang Ditawarkan
Dalam kerja sama ini, Kemenkum Sulut akan memberikan berbagai fasilitas, seperti:
Pelatihan mengenai prosedur pendaftaran hak cipta dan hak merek.
Bimbingan teknis untuk membuat dokumen hukum yang diperlukan.
* Penyuluhan hukum secara berkala kepada mahasiswa dan dosen.
Manfaat Bagi Mahasiswa
Mahasiswa yang terlibat dalam kerja sama ini akan mendapatkan manfaat berupa:
Perlindungan hukum yang jelas terhadap karya mereka.
Kesempatan untuk memperluas jaringan dan kolaborasi dengan lembaga hukum.
* Akses ke sumber daya dan informasi hukum yang lebih lengkap.
Tantangan dan Langkah Lanjutan
Meski kerja sama ini menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti:
Tingginya kesadaran mahasiswa tentang pentingnya perlindungan hukum.
Keterbatasan waktu dan sumber daya untuk memproses pendaftaran.
* Kebutuhan sosialisasi yang lebih luas agar lebih banyak mahasiswa terlibat.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kemenkum Sulut dan Unsrat akan melakukan langkah-langkah berikut:
Mengadakan seminar dan workshop secara berkala.
Membentuk tim khusus untuk membantu mahasiswa dalam proses pendaftaran.
* Menjalin kerja sama dengan organisasi mahasiswa dan alumni.
Kerja sama ini diharapkan bisa menjadi contoh positif bagi institusi pendidikan lainnya untuk ikut berkontribusi dalam melindungi karya dan kewirausahaan mahasiswa. Dengan adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi diri mereka secara optimal.





