Penelusuran Kasus Kekerasan Seksual yang Beredar di Sumatra Utara
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) masih melakukan penelusuran terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang beredar melalui video di wilayah Sumatra Utara. Proses ini dilakukan melalui koordinasi dengan aparat kepolisian dan jaringan layanan daerah untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Dalam video berdurasi sekitar dua menit, nama Wak Keling muncul ketika seorang anak perempuan dimintai keterangan mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Indra Gunawan menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri serta jajaran wilayah, termasuk Polda Sumatra Utara dan Polres Labuhanbatu Utara untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Untuk dugaan kasus kekerasan seksual ini kami masih menelusuri lebih lanjut, kami sudah berkoordinasi dengan Polri dan informasi dari Polda Sumut sudah di cek ke Polres Labuhan Batu Utara, namun info sementara belum ada laporan atas nama Wak Keling,” kata dia, Senin (2/3/2026).
Anak Perempuan Jelaskan Kekerasan Seksual yang Dialaminya
Sebelumnya, seorang anak perempuan ditanyakan soal perlakukan apa saja yang diterimanya dari orang yang disebut Wak Keling. Anak itu mengaku celananya dibuka dan menceritakan kekerasan seksual yang dialami. Dia mengaku area kemaluannya dipegang oleh orang yang disebut bernama Wak Keling itu.
“Yang buka celananya siapa?” tanya seorang perempuan dewasa kepada anak tersebut.
“Wak Keling,” jawab anak itu.
Kanit PPPA Setempat Masih Telusuri Video yang Tersebar
Meskipun demikian, Indra mengatakan, Kanit PPPA setempat masih terus menelusuri video yang tersebar itu. “Melalui teman-teman dinas dan UPTD kami juga masih akan terus menelusuri peristiwa tersebut,” kata dia.
Indra menjelaskan, penelusuran juga dilakukan melalui dinas terkait serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) guna mengidentifikasi lokasi dan pihak yang diduga terlibat. Upaya ini mencakup verifikasi materi video dan kemungkinan adanya korban anak.

KemenPPPA Memastikan Validitas Informasi
Wilayah penelusuran mengarah pada Kabupaten Labuhanbatu Utara setelah informasi awal beredar di media sosial. Namun hingga kini, aparat setempat belum menerima laporan resmi. KemenPPPA menegaskan, proses penelusuran akan terus dilakukan untuk memastikan validitas informasi serta menentukan langkah perlindungan apabila ditemukan korban.






