Penyusunan Panduan Ujian Nasional untuk Santri Tahun 2026
Kementerian Agama kini tengah menyusun panduan berupa kisi-kisi teknis untuk pelaksanaan Ujian Nasional bagi para santri pada tahun 2026. Langkah strategis ini fokus pada Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren atau PKPPS guna menjamin kualitas lulusan yang setara dengan pendidikan formal.
Penyusunan instrumen PKPPS tersebut melibatkan banyak akademisi agar standar Ujian Nasional tetap selaras dengan kurikulum kitab kuning pesantren. Kegiatan penting ini berlangsung di Bekasi selama tiga hari sejak tanggal 25 hingga 27 Februari 2026 dengan menghadirkan para ahli pendidikan.
Direktorat Pesantren mendorong agar evaluasi pembelajaran ini mampu memotret kompetensi santri secara akurat sesuai standar nasional yang ada. Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan bahwa penyusunan ini adalah ikhtiar menjaga marwah pendidikan berbasis turats di tanah air.
“PKPPS merupakan afirmasi negara terhadap eksistensi pesantren salafiyah yang memiliki sistem keilmuan khas,” ungkap Basnang, Jumat 27 Februari 2026. Beliau juga menambahkan bahwa kisi-kisi ujian harus mampu merepresentasikan karakter pesantren sekaligus memenuhi standar mutu pendidikan nasional.
Evaluasi ini dirancang secara proporsional dengan mengintegrasikan nilai akademik, penguatan keislaman, serta literasi kitab kuning yang kuat. Pihak Kemenag juga mendorong adanya konteks isu kekinian seperti lingkungan dan perlindungan anak dalam materi ujian bagi santri salafiyah itu.
“Instrumen evaluasi yang baik akan menjadi indikator objektif untuk mengukur keberhasilan proses belajar,” jelas Basnang dalam forum tersebut. Sofi Mubarok sebagai narasumber menekankan pentingnya transformasi kajian kitab kuning ke dalam isu kontemporer tanpa menghapus identitas asli. Ia berharap pedoman yang dirumuskan menjadi acuan nasional yang kredibel serta akuntabel bagi seluruh satuan pendidikan kesetaraan di Indonesia.
Kasubdit Pendidikan Salafiyah, Yusi Damayanti, menjelaskan bahwa pendekatan partisipatif digunakan agar instrumen ini sesuai kebutuhan lapangan. Penyusunan ini memperhatikan struktur kurikulum yang mencakup muatan diniyah serta kompetensi dasar umum yang terintegrasi secara menyeluruh.
Aspek validitas dan reliabilitas soal menjadi perhatian utama tim penyusun agar hasil ujian benar-benar menggambarkan kemampuan santri tersebut. Nilai moderasi beragama dan pembentukan karakter santri juga dimasukkan ke dalam kerangka kisi-kisi untuk memperkuat profil lulusan pesantren.
Kemenag berharap standar evaluasi yang sistematis ini membuat lulusan pesantren semakin unggul dan mampu berdaya saing di tingkat internasional. Dukungan penuh dari Forum PKPPS menjadi kunci suksesnya perumusan kisi-kisi Ujian Nasional yang sedang digarap oleh pihak Kementerian Agama ini.
Harapannya Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren terus melahirkan SDM unggul yang tetap berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam klasik.
Proses Penyusunan Kisi-Kisi Ujian Nasional
Proses penyusunan kisi-kisi ujian nasional dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk akademisi dan praktisi pendidikan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen evaluasi yang disusun dapat mencerminkan kompetensi santri secara akurat dan sesuai standar nasional.
- Para ahli pendidikan hadir dalam pertemuan selama tiga hari di Bekasi.
- Diskusi fokus pada integrasi nilai-nilai keislaman, literasi kitab kuning, dan isu-isu kontemporer.
- Pendekatan partisipatif digunakan agar kisi-kisi ujian sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Fokus pada Kompetensi Santri
Pengembangan kisi-kisi ujian nasional tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan keislaman dan pembentukan karakter. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa lulusan pesantren memiliki kualitas yang setara dengan lulusan pendidikan formal.
- Penguatan keislaman menjadi bagian integral dari kisi-kisi ujian.
- Literasi kitab kuning ditekankan sebagai salah satu aspek penting dalam evaluasi.
- Isu-isu seperti lingkungan dan perlindungan anak dimasukkan sebagai konteks evaluasi.
Keberlanjutan dan Pengembangan
Kemenag berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pesantren melalui penyusunan standar evaluasi yang sistematis. Harapan besar diarahkan agar lulusan pesantren mampu bersaing di tingkat internasional sambil tetap menjaga nilai-nilai tradisional.
- Standar evaluasi yang baik akan menjadi indikator keberhasilan proses belajar.
- Kemenag berharap lulusan pesantren mampu menjadi SDM unggul yang berakar pada tradisi keilmuan Islam klasik.
- Dukungan dari Forum PKPPS menjadi kunci keberhasilan dalam perumusan kisi-kisi ujian nasional.





