JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa tidak akan ada lagi lubang di jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa wilayah barat menjelang H-10 Lebaran 2026. Ia melakukan peninjauan di Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu lalu, dan menyatakan bahwa progres perbaikan jalan sudah sangat signifikan.
“Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat melaporkan, dari sekitar 7.000 lubang yang awalnya ada, kini tinggal 2.500. Kami pastikan bahwa H-10 Lebaran 2026 nanti tidak ada lagi lubang,” ujarnya. Untuk perbaikan jangka panjang, khususnya pada sekitar 100 km terakhir menuju Brebes, Kementerian PU akan melakukan overlay aspal baru menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Meskipun proses ini memakan waktu sekitar dua tahun, karena kondisi jalan yang sangat parah, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya.
Di wilayah Parung, Bogor, Jawa Barat, perbaikan jalan nasional dari Pasar Parung hingga Kemang ditargetkan rampung dalam waktu 1–2 bulan. “Kemarin masih banyak patching sana-sini yang belum sempurna. Kami usahakan secepatnya, meski tantangan utama adalah cuaca hujan yang memaksa penghentian sementara agar kualitas perbaikan tahan lama,” kata Dody di Parung, Sabtu.
Ia juga menginstruksikan BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat agar tidak hanya menambal, melainkan memperbaiki kontur jalan secara mulus dari titik awal hingga Pasar Parung demi kenyamanan dan keselamatan pengendara. “Perbaikan ini mengganggu pergerakan masyarakat, makanya kami percepat,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kementerian PU memastikan kesiapan jalan tol dan nasional. Saat ini terdapat 76 ruas tol beroperasi sepanjang 3.115,98 km, didukung 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area), 189 SPKLU, serta 539 gerbang tol.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 berdasarkan survei nasional. Operasional posko angkutan berlangsung 13–29 Maret 2026, mengoordinasikan seluruh moda transportasi. Antisipasi meliputi pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas (kecuali bahan pokok, BBM, dan kebutuhan penting sesuai SKB lintas kementerian), serta rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way, dan ganjil-genap di ruas tol padat.
Dody juga menjamin penguatan preservasi jalan nasional tetap berlanjut meski ada penghematan anggaran. Pagu Kementerian PU Tahun 2026 sebesar Rp118,50 triliun diprioritaskan pada penguatan jaringan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah sebagai fondasi ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. “Ketahanan pangan dan konektivitas antarwilayah menjadi prioritas utama. Kami berkomitmen memperkuat irigasi serta infrastruktur jalan dan jembatan,” tegas Dody.
Secara keseluruhan, Kementerian PU menunjukkan komitmen terintegrasi: memastikan jalan nasional Pantura barat bebas lubang H-10 Lebaran, mempercepat perbaikan di titik kritis seperti Parung, mengantisipasi cuaca dan kepadatan melalui koordinasi dengan Kemenhub, serta mengalokasikan anggaran 2026 pada irigasi dan konektivitas untuk mendukung swasembada pangan dan mobilitas masyarakat yang lebih baik.
Langkah ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik serta memperkuat infrastruktur nasional secara berkelanjutan.





