Pelatihan Komponen Cadangan untuk ASN Dimulai April 2026
Kementerian Pertahanan telah merencanakan pelatihan bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad). Pelatihan ini akan dilaksanakan di lima lokasi pelatihan milik TNI, yaitu Kodam Jaya, Skadik 301 di Bandung, serta Pasukan Marinir 1 di Cilincing. Selain itu, Pusbahasa AU dan Pusdikkes juga akan menjadi tempat pelatihan.
“Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain Skadik 301, Pusbahasa AU, Pusdikkes, Kodam Jaya, dan Pasmar 1,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026).
Pelatihan Komcad akan dilakukan secara bertahap. Di gelombang pertama, sebanyak 2.000 ASN akan dimulai pada April 2026. Sisa 2.000 ASN lainnya akan mengikuti Komcad pada pertengahan tahun 2026. Proses pendidikan Komcad akan berlangsung selama 1,5 bulan. Ribuan ASN akan diberi pelatihan mengenai dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi.
1. Sudah ada 987 ASN yang mendaftar untuk masuk gelombang pertama
Lebih lanjut, Rico menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 987 ASN yang terdaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad. Ratusan ASN tersebut berasal dari kementerian yang berkantor di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut akan terus bertambah hingga waktu pelatihan dimulai pada April 2026. Kemhan berharap dengan adanya pelatihan tersebut, semua ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada negara serta masyarakat.
2. Kemhan sebut program Komcad bagi ASN diikuti secara sukarela

Rico menjelaskan bahwa pelatihan Komcad bagi ribuan ASN bersifat sukarela atau tidak ada paksaan. Proses yang berlangsung saat ini sudah masuk ke tahapan pendaftaran. “Sekarang sudah masuk ke tahap registrasi dan pendaftaran sesuai undang-undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) nomor 23 tahun 2019. Itu sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Perlu digarisbawahi,” kata jenderal bintang satu itu.
“Syarat-syaratnya adalah sukarela sehingga tak ada unsur paksaan dan kewajiban,” imbuhnya. Ketika ditanyakan kementerian mana saja yang akan ikut dalam program Komcad, Rico menyebut kuota ASN akan disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian. Kemhan menentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian yang akan dikirim untuk program pelatihan Komcad.
Ia memberikan contoh bila kementerian A memiliki 1.000 pegawai, maka kuota yang bisa diberikan untuk program Komcad mencapai 50 orang. Sedangkan, kementerian B yang memiliki 500 pegawai hanya mengirimkan 10 ASN untuk ikut Komcad. Proses pendaftaran pun dilakukan lewat seleksi yang ketat. Tujuannya memastikan peserta yang ikut dalam kondisi sehat dan tak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat.
“Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi,” tutur dia.
3. Meski ASN ikut Komcad tak akan pengaruhi pelayanan ke publik

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, menyatakan bahwa pelatihan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) tidak akan mengganggu kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.
“Jadi, memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan,” kata Rini di kantornya pada Selasa (24/2/2026).
Meskipun Kemhan menyebut program ini bersifat sukarela, Rini menyampaikan informasi yang berbeda. Ia menuturkan bahwa pelatihan Komcad ini merupakan kewajiban bagi ASN sebagai bentuk untuk bela negara. Namun, Rini memastikan bahwa ASN yang mengikuti Komcad tidak serta merta langsung berangkat dan meninggalkan kewajibannya.
“Jadi gak ikut Komcad lalu besok langsung berangkat, gak begitu. Tapi, memang disiapkan, ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya,” imbuhnya.





