Situasi Kemananan di Meksiko Pasca-Kematian Bos Kartel Jalisco
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan keamanan 45 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Meksiko setelah terjadi kerusuhan akibat kematian pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio “El Mencho” Oseguera. Situasi yang mencekam ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan para WNI yang tinggal di wilayah tersebut.
Menurut informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KBRI) Mexico City, jumlah WNI di wilayah Jalisco mencapai 45 orang. Mayoritas dari mereka adalah rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan. Saat ini, seluruh WNI dalam kondisi aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah.
Vahd Nabyl Achmad Mulachela, juru bicara Kemlu RI, menyampaikan bahwa pihaknya telah memastikan keselamatan para WNI. Ia juga menyarankan kepada WNI di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi dengan KBRI setempat.
“KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif, mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City,” ujarnya.
Selain itu, Kemlu RI juga meminta WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Meksiko untuk menunda rencana tersebut hingga situasi keamanan dinilai kondusif. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi ancaman yang bisa muncul dari situasi yang sedang berkembang.
Peringatan Perjalanan dari AS dan Kanada
Sebagai respons terhadap situasi di Meksiko, Amerika Serikat (AS) dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan. Seperti dilansir AFP, AS menyarankan warga negaranya untuk berlindung di tempat aman hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini disebabkan oleh operasi keamanan yang sedang berlangsung dan meluas, serta adanya blokade jalan dan aktivitas kriminal di banyak wilayah Meksiko.
“Blokade jalan telah berdampak pada operasi penerbangan, dengan beberapa penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta,” demikian pernyataan dari bagian Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri AS, melalui media sosial X.
Sementara itu, Kanada juga memantau situasi secara cermat. Pihaknya menyarankan warganya di Meksiko untuk tetap tenang dan mengikuti saran dari otoritas setempat. Kanada mendesak warga di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Jalisco untuk berlindung di tempat aman karena adu tembak dengan pasukan keamanan dan ledakan.
Dampak pada Operasi Penerbangan
Beberapa maskapai penerbangan dari AS dan Kanada juga membatalkan penerbangan ke beberapa wilayah Meksiko. Di antaranya adalah maskapai penerbangan AS seperti United, American, Southwest, dan Alaska. Selain itu, maskapai penerbangan Kanada, Air Canada dan WestJet/Sunwing, mengumumkan pembatalan penerbangan ke Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.
Perubahan ini menjadi indikasi bahwa situasi keamanan di Meksiko saat ini sangat dinamis dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi udara. Oleh karena itu, penting bagi WNI dan warga asing lainnya untuk selalu memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan pemerintah setempat.





